Tiba-tiba muncul, dan sudah sangat sangat berhasil memporak porandakan hatiku lagi, ada satu yang masih dapat aku cerna, Rindu. Ya Allah ampuni jika aku merindukan ciptaan-Mu, yang bahkan sudah tak terjamah lagi oleh ingatanku. Aku lupa dulu, tapi aku tidak pernah lupa dengan kata rindu. Ternyata kebahagian dulu hanya sekilas dan sudah tak berbekas, bahkan aku lupa darimana cara mengingatnya. Tapi ada hal dimana ingatan kebahagian akan kalah dengan ingatan yang menyakitkan. Ah sudah lupakan hal itu. Aku baru tersadar kalau sudah melewatkamu tadi, tepatnya satu jam yang lalu. Dan itu berhasil mengusik ketenangan hatiku lagi. Yang terlewatkan tadi, tidak kubiarkan begitu saja. Aku masih bisa mencarimu, meski itu hanya lewat jejaring sosial, yaa dan itu tempatku melewatkanmu. Ternyata sudah lama aku tak melihat postingan-postingan barumu, dan itu menyenangkan, apalagi jika melihat gadis kecil yang selalu kau ceritakan. Selucu itu aku merindukan gadis kecil yang belum pernah aku temui l...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.