Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Bagiku ia setenang air

Yang mereka gunakan untuk melihatmu adalah mata, sedangkan aku melihatmu dengan hati. Pria dengan masa lalu yang dianggap sebagian orang tidak layak untuk masuk dalam hidupku, nyatanya adalah pria yang sudah merengkuh seluruh hatiku. Entah aku yang tuli atau mentulikan diri. Entah aku yang buta atau membutakan diri. Mereka menyebutnya belati, namun bagiku ia setenang air sungai. Mereka menyebutnya b*jingan, namun bagiku ia adalah harapan. Ingin aku memberitau kepada mereka, bahwa ia tak seperti yang didefinisikan. Ia hanya pria biasa yang juga bisa mencintai dan menjatuhkan hati.  Sesekali aku ingin mengatakan pada dunia tentangnya; tentang bagaimana caranya memperlakukanku, tentang sebahagia apa diriku saat bersamanya, tentang aku yang sangat mencintainya. Namun sama kerasnya denganku, ia memintaku berhenti, memintaku untuk sekali lagi bersabar bahwa suatu saat nanti kita akan bersama tanpa memaksa orang lain untuk setuju. Sungguh, dari sekian pria yang kukenal, ia lah yang menjat...