Benar kata orang, apa yang dikatakan kadang tidak sejalan dengan apa yang dirasakan, seperti itu yang aku katakan dan rasakan tentang KAMU. Kamu dalam kataku sudah hilang sejak dulu, tapi dalam rasaku, bayangmu tetap saja menilik setiap inci ingatanku. Kamu dalam kataku sudah kurelakan, tapi dalam rasaku, rasa rela itu tidak berbanding dengan keinginanku yang selalu ingin terus mencari tahu tentang keadaanmu. Kamu dalam kataku sudah membuatku sakit, tapi dalam rasaku, sakit itu berawal dari rasa bahagia yang jauh lebih banyak aku rasakan dari sakitnya. Kamu bukan laki-laki yang mudah kutebak. Seperti kali ini, kehadiranmu yang sekilas benar-benar membuatku terbawa perasaan, hanya sekilas, karena kenyataan itu akhirnya datang dan kembali menyadarkanku, saat wajah gadis lain, dengan bahagianya kamu perlihatkan dan pamerkan. Hahaha, aku layak ditertawakan, dengan rasa baperku yang terlalu tinggi. Seharusnya aku sadar, aku yang memulainya, memulai semuanya dengan rasa yang asing. Tida...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.