Benar kata orang, apa yang dikatakan kadang tidak sejalan dengan apa yang dirasakan, seperti itu yang aku katakan dan rasakan tentang KAMU.
Kamu dalam kataku sudah hilang sejak dulu, tapi dalam rasaku, bayangmu tetap saja menilik setiap inci ingatanku.
Kamu dalam kataku sudah kurelakan, tapi dalam rasaku, rasa rela itu tidak berbanding dengan keinginanku yang selalu ingin terus mencari tahu tentang keadaanmu.
Kamu dalam kataku sudah membuatku sakit, tapi dalam rasaku, sakit itu berawal dari rasa bahagia yang jauh lebih banyak aku rasakan dari sakitnya.
Kamu bukan laki-laki yang mudah kutebak. Seperti kali ini, kehadiranmu yang sekilas benar-benar membuatku terbawa perasaan, hanya sekilas, karena kenyataan itu akhirnya datang dan kembali menyadarkanku, saat wajah gadis lain, dengan bahagianya kamu perlihatkan dan pamerkan.
Hahaha, aku layak ditertawakan, dengan rasa baperku yang terlalu tinggi. Seharusnya aku sadar, aku yang memulainya, memulai semuanya dengan rasa yang asing. Tidak memberimu ruang untuk kembali, dan membebaskanmu memilih yang lebih baik, yang lebih membuatmu bahagia. Oke, ini terdengar munafik untukku sekarang.
Aku menatap langit-langit ruangan bernuansa putih bersekat gorden hijau khasnya. Menikmati proses sembari menunggumu yang sedang diluar mengurus segala macam tetek bengek administrasi. Aku tidak tau bagaimana perasaanmu, Mas. Tapi yang jelas aku disini membutuhkanmu segera, untuk melewati segala proses ini. Karena entah kenapa; aku tiba-tiba merasa terlalu takut untuk sendirian. Banyak sekali gambaran diatas sana tentang proses selanjutnya, yang aku tidak bisa memastikan berakhir seperti apa kondisiku nanti. Krek Mataku langsung tertuju kearah pintu yang terbuka, sesuai harapanku; kamu benar-benar sudah datang menyelesaikan urusanmu, Mas. Yang pertama kali kulihat adalah senyuman, meski wajahmu tidak bisa berbohong ada kekhawatiran disana. "Gapapa, pokoknya yang terbaik buat kamu dan anak kita." Ucapnya langsung setelah menghampiriku yang terbaring diatas ranjang, dengan jarum infus terpasang dilengan kananku. Yah, hari ini sudah lewat dari masa perkiraan aku melahirk...
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu