Letak sebuah kesalahan adalah; pada orang yang tak mau merubah perasaannya meski keadaan sudah tak mendukung. Jika setiap orang punya pemikiran hati bisa berubah secepat dan sesempurna bulan dari purnama ke sabit, maka tak dipungkiri hati pun bisa berubah meski secara merangkak perlahan. Tapi bisa kah beri satu alasan selain takdir, untuk hati yang sejak dulu hingga sekarang- bahkan sesering mungkin coba dielak dan dihapus- tetap tak bergeser sedikitpun dari letaknya. Yang mungkin, orang lain akan dengan mudahnya memberi motivasi-inspirasi-simpati untuk hati-hati yang seperti kalang kabut tanpa sosoknya. Apa alasannya? Kenapa memendam sesuatu yang sudah tak diharapkan oleh pihak manapun, menjadi begitu sulit, bahkan meski coba dienyahkan juga? Apa? Sosoknya pun terus-dan terus, meminta agar rasa itu dihilangkan. Hakimi saja. Seolah semuanya berhak menghakimi dengan statement-statement yang mereka miliki, yang mereka yakini, dan yang mereka agungkan. Perduli apa mereka? Bahkan sosokny...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.