Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Utuh memilikimu

Ku menatapmu dari kejauhan, Pemandangan yang indah melihatmu dengannya. Tak pernah ada kesedihan, Jika hanya ada gelak tawa yang nyaring dia gumamkan. Aku pernah ada diposisinya, Mungkin sekarang masih. Tapi aku tetap tidak bisa memilikimu, Tidak seperti dia yang utuh memilikimu.

Padi yang berbaris

Aku ingin berhenti disini, Menelan pahit sekaligus manis secara bersamaan. Tak ada yang tau, bahkan aku. Karena dari semua padi yang berbaris, masih ada satu-dua yang layu karena tak sehat. Pemberhentian yang tak urung menyisakan sedih berkepanjangan, Namun harus terjadi jika sudah dipersilahkan. Siapa yang rela? Apabila itu semua membuat lega. Tak patut dipertanyakan, Karena yang pasti adalah takdir. Dan kita tak dapat sendiri mengukir.