Seseorang yang kini sedang tidur lelap disampingku, aku ucapkan terima kasih Tuan. Terima kasih karena telah banyak mengusahakan untuk kebahagiaan-kebahagiaan kecilku. Sekarang aku sadar dan amat sangat yakin; ketakutanku dimasa lalu tidak pernah dan tidak akan terjadi. Maaf untuk beberapa hal yang masih kupertanyakan, dan tidak satu dua kali aku ulangi. Maaf karena sisa masa lalu itu masih membuatku sedikit ketakutan, tapi dengan telaten kamu menjawab dan memakluminya. Tidak ada yang berubah, jawabanmu tetap sama dan pasti. Yang semakin membuatku bulat untuk mempercayai masa depan bersamamu dan malaikat kecil kita. Ya, malaikat kecil kita yang baru saja dirayakan. Ia menjadi salah satu ketakutan masa laluku, dan ia juga yang menjadi alasanku semakin percaya akan usahamu meyakinkanku. Kesempatan yang sempat aku ragukan, satu dibanding seribu. Aku bahkan hampir menyerah, tapi apa? Kamu terus meyakinkanku bahwa Tuhan itu adil. Tuhan akan menitipkan malaikat kecil-N...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.