Seseorang yang kini sedang tidur lelap disampingku, aku ucapkan terima kasih Tuan.
Terima kasih karena telah banyak mengusahakan untuk kebahagiaan-kebahagiaan kecilku. Sekarang aku sadar dan amat sangat yakin; ketakutanku dimasa lalu tidak pernah dan tidak akan terjadi.
Maaf untuk beberapa hal yang masih kupertanyakan, dan tidak satu dua kali aku ulangi. Maaf karena sisa masa lalu itu masih membuatku sedikit ketakutan, tapi dengan telaten kamu menjawab dan memakluminya. Tidak ada yang berubah, jawabanmu tetap sama dan pasti. Yang semakin membuatku bulat untuk mempercayai masa depan bersamamu dan malaikat kecil kita.
Ya, malaikat kecil kita yang baru saja dirayakan. Ia menjadi salah satu ketakutan masa laluku, dan ia juga yang menjadi alasanku semakin percaya akan usahamu meyakinkanku.
Kesempatan yang sempat aku ragukan, satu dibanding seribu. Aku bahkan hampir menyerah, tapi apa? Kamu terus meyakinkanku bahwa Tuhan itu adil.
Tuhan akan menitipkan malaikat kecil-Nya jika kita benar-benar sudah siap, meski dengan segala diagnosa yang dilontarkan manusia.
Sekali lagi terima kasih, Tuan. Terima kasih telah menerima banyak kekuranganku dan sabar menghadapinya.
Banyak sekali hal baru yang perlu kita adaptasikan di kehidupan kita, yang sebelumnya hidup masing-masing dan masih mengenal hanya sekedar. Tapi kita layak bertepuk tangan dan berbangga diri bahwa; kita dapat melaluinya dan bisa saling menguatkan.
Untuk malam ini, cukup sekian tuangan isi hati yang mengisi waktu karena tidak bisa tidur. Sembari mendengarkan nyanyian alami dari seseorang yang sedang tertidur lelap disamping. Xixixixi
15 Juni 2024
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu