Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

Caraku

Seseorang yang menyayangimu, Akan selalu berusaha membuatmu tersenyum dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu. Terkadang hal sepele pun bisa membuatku tersenyum, tingkah lakumu, kata-katamu. Terkadang hal sepelepun juga bisa membuatku menangis tersedu-sedu. Entah apa ini semua, yang aku tau aku takut kehilanganmu. Setiap hari aku selalu melakukan kesalahan, dan aku hanya bisa mengucap maaf dan maaf. Aku tak bisa buktikan apa-apa, aku hanya wanita biasa yang mencoba untuk setia dan tak meminta yang muluk-muluk. Aku hanya ingin kamu mengerti itu semua, hanya ingin kamu percaya bahwa aku masih ingin belajar menjaga perasaanmu. Mencoba menjadi yang terbaik untukmu. Meski aku selalu melakukan kesalahan, yang tak pernah aku inginkan. Aku tak pernah mau menyakitimu, membuatmu marah, membuatmu kesal. Aku memang nyebelin, memang selalu salah. Maaf maaf :')

Dengan selayaknya saja

Mulai sekarang bersikaplah biasa saja. Jangan terlalu mengambil hati dengannya. Akan banyak resiko jika kamu meneruskannya. Akan semakin sakit jika kamu mengetahui kenyataannya, kenyataan yang tak pernah kamu inginkan. Tapi nyatanya memang itu, dia hanya menganggapmu orang biasa saja dalam hidupnya. Mungkin hanya seorang penghibur dan bisa saja dia dengan wajahnya yang tampan dengan mudahnya mendapatkan wanita yang lebih cantik darimu. Haha mudah sekali kamu jatuh cinta, mudah sekali kamu terlarut dalam kata-katanya yang bahkan kamu tak tahu itu dari dalam hatinya atau hanya omongan belaka untuk membuatmu senang saja. Mungkin saja dia takut mengecewakanmu, takut membuat airmatamu menetes. Karna dia baru tahu ada wanita yang meneteskan airmatanya demi dia. Tapi apa matanya belum terbuka juga? Masih saja dia menganggap kamu seseorang yang biasa saja dihidupnya, meski statusmu sekarang adalah wanitanya. Tetapi kamu sadar kan? Status itu dengan mudah terhapus jika dia menginginkan semuan...

Ibu, wanita terspesial dihidupku

Seorang wanita yang mati-matian kerja keras untukku, yang sering sakit kepala hanya karna memikirkan kelakuanku. Mempunyai hati yang sabar menghadapi kemalasanku. Maafkan aku, selama ini membuatmu jengkel marah kecewa. Cukup banyak aku membuatmu meneteskan air mata dan mengeluh. Tapi tak pernah terpungkiri, aku hanya ingin membahagiakanmu. Ibu, terimakasih sudah menjadi ibu terbaikku. Kau orang tua satu-satunya yang saat ini aku miliki bu. Menjadi tulang punggung menafkahi kehidupanku, membimbingku layaknya seorang ayah. Kau sosok ayah dan ibu bagiku. Maafkan anakmu ini yang sering membuatmu kecewa setiap melakukan kesalahan. Aku bahagia memiliki ibu sekaligus ayah yang tidak henti-hentinya mengingatkanku agar tidak lupa dengan agamanya.

Memilikinya

Terkadang aku berfikir, siapa aku? Aku hanya wanita yang biasa-biasa saja yang tak ada spesialnya sama sekali. Yang sekarang sedang berjalan dengan seorang lelaki yang begitu tampan, pintar dan berbakat. Rasa cemburu sering menghampiriku ketika banyak mata wanita lain yang secara diam-diam mencuri pandang dengannya. Dan tak banyak pula para wanita itu mencaci hubunganku. Bagaimana bisa kau menerimaku, sedangkan diluar sana masih banyak wanita yang lebih dariku, yang mungkin bisa lebih membuatmu nyaman ketika didekatnya. Tapi dengan lantangnya kau berkata, yang ku miliki sekarang adalah yang akan selalu aku jaga. Selebih apapun wanita lain diluar sana, aku tetap memilihmu. Kau tak hanya membuatku bahagia, tapi kau juga yang membuatku yakin. Yakin kau yang selalu menjaga perasaanku.

Dia Berbeda Darimu

Sudah terlalu banyak aku menghabiskan air mata hanya untuk orang yang tidak pernah mengerti aku. Aku tau kamu mencintaiku layaknya aku yang masih menyimpan rasa itu, tapi taukah kamu? Aku merasa terkekang oleh keinginanmu, keinginanmu yang ingin merubahku menjadi apa yang kamu mau. Kamu harus tau aku sakit karna itu, dan sepertinya kamu tau selama ini. Tapi kenapa tak sadar dengan apa yang aku rasakan, dan aku terlalu bodoh melakukan itu semua. Dan sekarang aku capek harus seperti itu. Asal kamu tau, aku sekarang sudah bersama orang yang berbeda jauh darimu. Orang yang tak pernah menuntutku, mengekangku sesuka hatinya. Dia lebih memilih mencintai aku apa adanya, mencintai kekuranganku. Dan dia bangga mempunyaiku.