Seorang wanita yang mati-matian kerja keras untukku, yang sering sakit kepala hanya karna memikirkan kelakuanku. Mempunyai hati yang sabar menghadapi kemalasanku.
Maafkan aku, selama ini membuatmu jengkel marah kecewa.
Cukup banyak aku membuatmu meneteskan air mata dan mengeluh.
Tapi tak pernah terpungkiri, aku hanya ingin membahagiakanmu.
Ibu, terimakasih sudah menjadi ibu terbaikku. Kau orang tua satu-satunya yang saat ini aku miliki bu.
Menjadi tulang punggung menafkahi kehidupanku, membimbingku layaknya seorang ayah. Kau sosok ayah dan ibu bagiku.
Maafkan anakmu ini yang sering membuatmu kecewa setiap melakukan kesalahan. Aku bahagia memiliki ibu sekaligus ayah yang tidak henti-hentinya mengingatkanku agar tidak lupa dengan agamanya.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu