Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Kejutan dari Tuhan

"Bilang saja kalau lo sudah nggak percaya lagi sama gue? Atau sebenarnya sudah ada cowok lain, dan nggak mau lagi pacaran hanya alasan belaka lo kan? Gue tau sifat cewek kayak lo." Ucap laki-laki yang sedang berdiri didepan gadis, yang sama-sama memakai seragam SMA. Gadis itu terisak mendengar semua luapan amarah laki-laki didepannya. "Aku harus bilang apa lagi sama kamu, aku percaya sama kamu, dan anggapan ada cowok lain itu sangat salah. Tapi aku sadar, selama ini kita sudah menanggung dosa, kedekatan kita, panggilan sayang kita, pesan-pesan kita. Itu semua seharusnya dilakukan bagi orang yang sudah bermahram Andi, aku merasa sangat berdosa, maafkan aku kalau perpisahan ini membuatmu kecewa, tapi sebaiknya ini memang harus diakhiri. Aku berharap setelah kejadian ini, kita bisa menjadi teman." Jelas gadis dengan nama Alifah yang tertera di tagnamenya. "Teman? Kamu kira ini mudah? Aku tidak jamin itu." Jawab Andi yang langsung pergi meninggalkan Alifa...

Tuan Hujan

Kamu, tetap kamu. Dan kamu tetap kamu, coba saja kamu berubah menjadi dia, atau aku? Dia atau aku yang mempunyai hati rapuh tak sekuat karang . Baiklah, aku tidak tahu dia, aku tidak mengenal dia, dia yang berhasil mengambil simpati dan hatimu, cantik dan mungkin saja dia lebih kuat dariku, aku bersyukur kalau begitu, dengan itu dia tidak akan merasakan rasanya sakit saat melihatmu seperti ini. Tuan hujan, kamu selalu meneduhkan hatiku, selalu, bahkan sampai saat ini. Tapi kenapa kamu datang selalu dengan petir. Selalu saja, ada yang berhasil menyakitiku. Kamu kembali datang dengan rasa rindu untuk kesekian kalinya, dan dengan bodohnya aku yang selalu terjatuh didalam rasa itu, kembali mengenyam rasa sakit yang dulu berusaha aku hilangkan sejauh-jauhnya. Tapi kali ini, aku belajar secerdas dari kebodohanku, aku tidak akan membiarkanmu kembali pergi dengan rasa rindu yang terobati. Karena sampai kapanpun, aku hanya tempatmu pulang, tapi tidak untuk tempatmu menetap. Carilah seseorang ...