Mataku menangkap senyumnya yang cukup lama tak kutemui, kedutan bibirnya yang menguarkan kebahagiaan tersendiri untukku, tak pernah membuatku bosan sedikitpun. Bagaimana denganmu? Hai monster senja. Rasanya, satu meja denganmu, dengan kalimat yang menyiratkan rasa agar aku tetap semangat, akhirnya sampai padaku, meski sebenarnya tanpa melakukan itu pun, aku sudah sangat semangat melihat senyummu. Lucu ya. Iya, selucu itu aku jika dengan sang senja. Terkadang, aku melihat senyumanmu berubah menjadi tawa, saat kamu sudah berhasil mengerjaiku dengan kejailan yang terkadang membuatku geli sendiri mengingatnya, tentu, apa yang tidak bisa dia lakukan jika hanya untuk merubah moodku. Dia begitu mahir atas hal itu. Tapi dia juga lebih mahir mengembalikan mood yang tadinya jelek menjadi sangat baik. Tapi tidak bisa dipungkiri, jika dia sudah mulai jail, dia begitu menyebalkan, sangat menyebalkan. Dan naasnya, semua kejadian itu, semua peristiwa itu, diantara kita, hanya terjadi disekelumpit ...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.