Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Masih dengan Jingga yang sayang Senja

Mataku menangkap senyumnya yang cukup lama tak kutemui, kedutan bibirnya yang menguarkan kebahagiaan tersendiri untukku, tak pernah membuatku bosan sedikitpun. Bagaimana denganmu? Hai monster senja. Rasanya, satu meja denganmu, dengan kalimat yang menyiratkan rasa agar aku tetap semangat, akhirnya sampai padaku, meski sebenarnya tanpa melakukan itu pun, aku sudah sangat semangat melihat senyummu. Lucu ya. Iya, selucu itu aku jika dengan sang senja. Terkadang, aku melihat senyumanmu berubah menjadi tawa, saat kamu sudah berhasil mengerjaiku dengan kejailan yang terkadang membuatku geli sendiri mengingatnya, tentu, apa yang tidak bisa dia lakukan jika hanya untuk merubah moodku. Dia begitu mahir atas hal itu. Tapi dia juga lebih mahir mengembalikan mood yang tadinya jelek menjadi sangat baik. Tapi tidak bisa dipungkiri, jika dia sudah mulai jail, dia begitu menyebalkan, sangat menyebalkan. Dan naasnya, semua kejadian itu, semua peristiwa itu, diantara kita, hanya terjadi disekelumpit ...

Jingga sayang Senja

Senja, Jingga sayang Senja. Apakah kamu tau, Senja. Setiap tulisanku terbesit tentang, sikapmu, sifatmu, atau bahkan bayanganmu. Kamu bukan masa laluku, kamu bukan cerita lamaku yang masih kuharapkan, kamu pun bukan bagian hidup yang harus kulupakan. Kamu adalah sebagian cerita hari-hariku sekarang, kamu ada, aku pun ada. Senja ada, Jingga pun ada. Kehadiranmu cukup membuatku bersemangat setiap menjalani semuanya. Terdengar lucu ya, mungkin untukmu. Karena kita hanya seorang teman. Tak lebih dan tak kurang. Dan naasnya dalam status itu lah aku terperangkap, mencintai yang tak tau, mengharap yang tak pasti, Jingga cukup mengerti dimana posisi sebenarnya. Aku hanya berada diantara para teman Senja, yang tak mungkin bisa mengharap lebih perasaannya. Tapi dengan itu aku bersyukur, kamu mau bicara denganku, meski dalam bahasan kita tak pernah membicarakan soal hati, hatiku dan hatimu yang sebenarnya. Cukup membicarakan kabar dan kebanyakan saling melempar olokan lah diantara pembicaraan...