Mataku menangkap senyumnya yang cukup lama tak kutemui, kedutan bibirnya yang menguarkan kebahagiaan tersendiri untukku, tak pernah membuatku bosan sedikitpun. Bagaimana denganmu? Hai monster senja.
Rasanya, satu meja denganmu, dengan kalimat yang menyiratkan rasa agar aku tetap semangat, akhirnya sampai padaku, meski sebenarnya tanpa melakukan itu pun, aku sudah sangat semangat melihat senyummu. Lucu ya. Iya, selucu itu aku jika dengan sang senja.
Terkadang, aku melihat senyumanmu berubah menjadi tawa, saat kamu sudah berhasil mengerjaiku dengan kejailan yang terkadang membuatku geli sendiri mengingatnya, tentu, apa yang tidak bisa dia lakukan jika hanya untuk merubah moodku. Dia begitu mahir atas hal itu. Tapi dia juga lebih mahir mengembalikan mood yang tadinya jelek menjadi sangat baik. Tapi tidak bisa dipungkiri, jika dia sudah mulai jail, dia begitu menyebalkan, sangat menyebalkan.
Dan naasnya, semua kejadian itu, semua peristiwa itu, diantara kita, hanya terjadi disekelumpit status yang tak ada apanya yaitu seorang teman. Ah aku tak mempermasalahkan hal itu, toh aku juga yang menginginkannya, bukannya dengan menjadi teman kita bahkan bisa saling menjaga lebih dari seseorang yang memiliki status pacaran.
Aku tak memperdulikannya, yang terpenting Jingga sayang Senja. Senja yang yang tak pernah mengkhianati Jingga, begitupun Jingga yang juga tak pernah melakukan itu pada Senja.
Senja, sampai jumpa dilain hari dengan Jingga.
Jingga akan begitu merindukanmu.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu