Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Mata Hujannya

Hujan. Dingin? Sejuk? Menggigil? Mungkin akan ada salah satu yang kita pilih dari tiga keadaan tersebut saat rintikan air turun dengan pongahnya ke bumi ini. Namun Lea tidak akan merasakan ketiga hal itu, melainkan rasa kaku, tidak saat air turun dari langit ke bumi tersebut, tapi saat mata yang terjelma dari hujan itu menghampirinya dan menatapnya dengan sendu. Lea masih kesulitan jika dihadapkan pada mata hujannya, Rayn. Yah, laki-laki itu lah yang membuatnya kesulitan bersikap normal. Terkadang dia begitu berusaha untuk mencoba, namun malah hal yang aneh terjadi. Seperti kali ini, saat gadis itu harus bertemu dengan Rayn secara tidak sengaja. Dia mau menyapa laki-laki itu, tapi bagaimana caranya jika mereka tak pernah saling mengenal. Oh bukan mereka, tapi hanya Rayn, karena Lea mengenal laki-laki itu, bahkan sangat mengenalnya. Seperti bintang dan bulan, kedua benda langit tersebut berdampingan, namun mereka tak pernah saling menilik. Lea hanya bintang yang diam-diam mencari tau ...

Ketika hati tau tempat pulang (2)

Sudah lebih dari satu minggu Aqila tidak memberi kabar sedikitpun pada Abyan, dia melupakan janjinya agar cepat kembali, ketempat dimana dia akan mudah menemukan Abyan, tapi naasnya sampai sekarang laki-laki itu tak kunjung menemukan Aqila. Bahkan pesan yang dikirimnya tidak pernah dibalas oleh gadis itu, juga telfonnya, entah itu dari WA, Line sampai BBM, semua tidak mendapat respon satupun. Sedangkan jika dikampus, saat pulang, biasanya selalu bareng, kini Abyan malah selalu dapat jawaban dari teman sekelasnya kalau gadis itu sudah pulang lebih awal. Ditambah, saat Abyan sengaja mampir kerumahnya, namun hanya jawaban bahwa gadis itu tidak sedang berada dirumah. "Lu kemana sebenernya Qila, janji lu hanya satu minggu. Tapi sampek sekarang, lu nggak nyamperin gue disini," "Apa gue ngelakuin hal salah yang bikin lu kecewa? Sedangkan selama ini lu nggak pernah takut buat negur gue kalo salah.. Ada apa sebenernya? Jika memang ada yang salah, kita bisa bicarain ini semua. A...

Ketika hati tau tempat pulang

Haloo, lama tak mampir di blog tercintaku ini. coba siapa yang kangen sama aku? haha. yang kepo boleh lah, tunjukin wujud kalian dikolom komentar dibawah (kalo berani) wkwk. atau sekedar yang cuman mampir, tapi aku yakin itu adalah hal yang disengaja dan termasuk kepo. hakk, sama saja. ah sudahlah, aku mampir pasti bawa oleh-oleh, mau apa? cerpen? cerbung? kamut? atau tentangmu? hahak. oke, kali ini aku hadir dengan cerpen saja ya. Untuk kamu sang Senja, biar kamut yang mewakilimu ya. - KETIKA HATI TAU TEMPAT PULANG- "Qila, hapus nggak fotonya! kebiasaan banget ya lu cari masalah sama gue." Laki-laki itu tidak ada habisnya menggertak gadis bernama Aqila, dan sayangnya gadis itu tidak memperdulikannya sama sekali. "Mau pilih mana lu, tangan kiri apa tangan kanan?" "tangan kanan isinya apa? tangan kiri juga isinya apa?" Tanya Qila malah menantang. "Tangan kanan isinya rumah sakit, tangann kiri isinya kuburan. pilih mana lu?" Tantang la...