Hujan. Dingin? Sejuk? Menggigil? Mungkin akan ada salah satu yang kita pilih dari tiga keadaan tersebut saat rintikan air turun dengan pongahnya ke bumi ini. Namun Lea tidak akan merasakan ketiga hal itu, melainkan rasa kaku, tidak saat air turun dari langit ke bumi tersebut, tapi saat mata yang terjelma dari hujan itu menghampirinya dan menatapnya dengan sendu. Lea masih kesulitan jika dihadapkan pada mata hujannya, Rayn. Yah, laki-laki itu lah yang membuatnya kesulitan bersikap normal. Terkadang dia begitu berusaha untuk mencoba, namun malah hal yang aneh terjadi. Seperti kali ini, saat gadis itu harus bertemu dengan Rayn secara tidak sengaja. Dia mau menyapa laki-laki itu, tapi bagaimana caranya jika mereka tak pernah saling mengenal. Oh bukan mereka, tapi hanya Rayn, karena Lea mengenal laki-laki itu, bahkan sangat mengenalnya. Seperti bintang dan bulan, kedua benda langit tersebut berdampingan, namun mereka tak pernah saling menilik. Lea hanya bintang yang diam-diam mencari tau ...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.