Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

Suara perempuan yang kurindukan

24 Menit Aku mengingat benar waktu singkat itu, Entah kenapa aku bisa berpikir untuk mendengar suaranya. Suara yang jujur sangat-sangat kurindukan. Suaranya yang cempreng dan khas membuatku sangat mengenali nya, bahkan saat dia banyak bicara dan bertanya. Seakan kita lama tak pernah berjumpa, hingga banyak hal yang terlewatkan, sesekali dia mengoyak kesadaranku bahwa aku membutuhkannya untuk bercerita. Namun bukan lagi hatiku yang berkata sekarang, mungkin hatiku masih menginginkan kerinduanku tuntas, meski itu tidak mungkin terjadi, karena rindu ini tidak pernah berujung. Tapi, logikaku ikut bicara, bahkan mengambil alih hatiku yang sesungguhnya masih ingin mendengar suaranya. Logikaku mengingatkan bahwa ada benteng besar yang tidak bisa kutembus, dan ada jarak tak kasat mata yang menghancurkan kita, begitupun pada hatiku sendiri. Seketika ku diam, meski dia mencoba bertanya lagi. Aku bisa membacanya, betapa rindunya sama denganku. Namun, aku harus mengingatkannya lagi pada apa ...

Suara laki-laki yang kurindukan

24 Menit Waktu yang singkat, namun bisa kuingat jelas. Bagaimana suara baritonmu bercerita, dan kumendengarnya dengan seksama. Seperti sebuah rintik hujan di musim kemarau, yang membuat semua orang merindukannya. Yah, suara yang telah kurindukan, bahkan tak terpikirkan bisa mendengarnya lagi, menjadi suara terspesial entah hingga kapan, namun aku merasakan kenyamanan olehnya. Lama aku tak menulis, karena hari-hariku pun tak ada kamu, Monster Senjaku yang dulu. Ingatkah betapa banyak bait hingga baris tulisan tentangmu? Entah mengapa, mengenai dirimu selalu ada yang ingin kuungkapkan. Bahkan kali ini, mendengar suaramu saja aku tak ingin terlelap. Waktu yang singkat itu, terasa tak cukup, namun aku bersyukur. Setidaknya pemilik suara itu menyapaku dibalik suaranya. Mungkin, ini hanya terjadi sekali saja, tapi akan kuingat bagaimana dan seperti apa ceritamu kala itu. Cerita yang menyadarkan kita, betapa sudah jauhnya kita. Dan pula membuktikan bahwa jarak benar-benar terbentang luas...