Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Hijabmu

Salma melepaskan ikat rambutnya, dan meletakkannya ditas sekolah. Dia berlari kearah teman-temannya yang sedang berkumpul. Beberapa diantara mereka terlihat bahagia kala melihat gadis itu dengan rambutnya yang terurai. "Naah gitu dong, Sal. Kan lo keliatan cantik." ucap Cindy melihat temannya itu mengurai senyum. "Beeh, gue yakin mah si Alan bakal lebih gencar ngejar lo. Fix ini mah." sahut Velia. "Astaghfirullah," berbeda dengan Jingga yang baru sampai, gadis itu terhenyak karena Salma lagi-lagi melepas jilbab sekolahnya. "Kenapa kamu copot kerudungnya?" "Duh gerah, Ga. Lo tau kan, hari ini terik banget. Panasnya matahari nusuk banget." "Terus kenapa malah kamu lepas? Kerudungmu itu bisa melindungi kepalamu dari teriknya matahari." Cindy dan Velia mulai berdecak. Susah kalau sudah berdebat masalah hijab dengan Jingga yang notabenenya muslimah sekali. Lengannya tersingkap sedikit saja gadis itu sudah ketar-ketir. Bahkan...

Kuingin melihatmu bahagia, perempuanku

Setiap kali ku ingin melupakan segalanya yang berkaitan tentangmu, rasanya seperti menguras habis segala isi yang ada dalam memori otakku. Bagaimana caranya melupakanmu? Jika setiap hari kamu masih ada dalam hidupku, dan kamu pun masih sangat berpengaruh dalam segala aktivitas ku. Meski setiap hari pula aku berusaha untuk tak membiarkan kamu ikut andil dalam semangatku, aku terus berusaha. Sampai aku sadar, melupakanmu dengan cara ini adalah salah. Mungkin benar yang kamu katakan, aku butuh "seseorang yang membuatku bisa melupakanmu", karena dengan usahaku sendiri tidak membuahkan hasil sama sekali. Mungkin ini menyakitkan, bagimu, apalagi bagiku yang tidak sepenuhnya mau melupakanmu. Tapi bagaimana lagi, aku ingin melihatmu bahagia karena tau aku bisa melupakanmu, meski dengan berbagai cara. Tapi rasanya, apa ini tidak salah? Membiarkan orang lain masuk dalam hidupku, untuk menggantikan mu. Dan hanya kujadikan alat untuk melupakanmu? Apakah dia juga tidak sakit? Ah ent...

Ku ingin melihatmu bersama perempuan lain

Kuingin setiap langkahmu, tidak ada lagi aku. Bukan berarti aku ingin menghapus apapun yang pernah kita jalani, bahkan aku sendiri tidak yakin bisa melakukannya. Tapi, aku ingin melihatmu berbahagia, meski tanpa aku. Terbesit keinginan untuk melihatmu berjalan beriringan dengan seseorang. Seseorang yang menggantikan ku menemanimu, mengajakmu bercanda dan menerima mu dengan senang hati. Meski ku berharap apa yang pernah kita lewati tidak kamu lupakan dengan mudah. Aku terus berusaha, dan kamu pun harusnya seperti itu. Meski kamu tidak pernah tau bagaimana sulitnya berusaha menjadikan semua ini hal biasa yang harus kulewati. Melangkah, tidak lagi denganmu. Bercanda, tidak lagi bersama tawamu. Hanya memori yang terus terputar tiap melewati jalanan yang pernah kita lewati. Terkadang aku berpikir, ini adalah hal paling lucu dalam hidupku. Aku menginginkan mu berbahagia dengan perempuan lain, namun aku sendiri masih tidak benar-benar ikhlas. Kamu masih mengalihkan perhatianku hing...