Baca sebelumnya : Seperti hujan yang menghujamkan diri ke bumi Rindu ini terus menggila, sampai tak pernah habis kumelewati persimpangan yang sebenarnya bukan jalan utama. Jalan pulangku semakin jauh akhirnya. Ku masih ingat persimpangan dan setiap jalannya, berharap melihatmu meski sekilas. Mengapa kumasih merindumu? Menampik keputusanmu untuk saling mengakhiri. Terakhir kali, aku melihatmu, kurasa kekhawatiranmu yang dulu kembali waktu itu. Bahkan jaket yang kusimpan di lemari adalah buktinya. Aku tak terlalu berharap kamu mau membawaku pergi lagi, menguarkan rindu bersamaku, mengembangkan senyumku lagi yang sudah hilang sejak kamu memutuskan untuk kita saling berjalan dijalan masing-masing. Aku hanya berharap bisa melihatmu, karena aku kehabisan cara menghapus rindu ini. Terlalu berat dan jujur aku tak kuat. Setelah usahaku yang berkali-kali melewati persimpangan, untuk sengaja melihatmu tak kunjung berhasil. Aku melihat kontak whatsappku, menyusuri setiap pesan dan tepa...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.