Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

Masih tentangmu, November

Masih tentangmu November, Mengingat betapa kuatnya aku hari itu, merias wajahku dengan senyum kebahagiaan, merangkul seolah tak terasa luka menancap semakin dalam seiring pelukan yang makin erat. Aku bangga pada diriku saat itu, mampu menatapnya tanpa mengeluarkan air mata, tanpa harus menuju pundaknya untuk tenang.  Hari itu, aku menunjukkan pada dunia bahwa pecundang juga dapat bangkit. Hari-hari sebelum semua itu terjadi, aku menjadi pecandu pundaknya untuk mendapatkan ketenangan. Aku menjadi pagar untuknya pergi, aku menjadi tidak waras untuk menikmati setiap waktu bersama. Tapi pada kenyataannya, penginapan tetaplah bukan rumah tetap. Meskipun terus menahan, pada akhirnya tetap akan kulepaskan. Dan hari itu, aku dengan nyaliku yang tidak pernah tau seberapa besar, berani menemuinya, membawa senyum bahagia seolah aku bisa melakukan apapun tanpa harus bersamanya, membawa kenyataan juga bahwa aku telah menang sekaligus kalah. Entah apa yang dia rasakan, bertemu denganku, saling m...

Setegar hujan dibulan November

Menari mengiringi suka cita yang tak ayal adalah tipu daya, menguak satu demi satu luka yang dinamakan percuma. Kamu telah berhasil, berbahagialah. Berhenti mengeruk masa ketika kamu jadi orang gila, ingatlah bahwa itu hanya dinamakan percuma. Kamu telah menang, kamu menjadi juara. Kamu, setegar hujan dibulan November ini. Berjalan tanpa menunduk sedikitpun, menatap lurus suka yang kamu sebut duka. Kamu hebat, kamu menjadi sangat hebat saat menatap mata itu seolah tanpa rasa. Padahal saat itu hatimu sedang kalang kabut mencari pundak, menenggelamkan wajah untuk menutupi buih dari air laut. Menggulung ratusan kata yang pernah ia janjikan, dan kamu ingin menghempaskannya tepat disana, didepan matanya. Tapi, kamu memilih berdamai.  Menjadi manusia yang paling taat aturan. Dan semua berjalan sesuai tatanan. Kamu menjadi setegar hujan dibulan November. Dihempas begitu keras, dijatuhkan dan dibiarkan. Seolah kamu tak diberi waktu bertemu Desember. Menangislah, habiskan airmata dan lukamu...