Menari mengiringi suka cita yang tak ayal adalah tipu daya, menguak satu demi satu luka yang dinamakan percuma.
Kamu telah berhasil, berbahagialah.
Berhenti mengeruk masa ketika kamu jadi orang gila, ingatlah bahwa itu hanya dinamakan percuma.
Kamu telah menang, kamu menjadi juara.
Kamu, setegar hujan dibulan November ini.
Berjalan tanpa menunduk sedikitpun, menatap lurus suka yang kamu sebut duka.
Kamu hebat, kamu menjadi sangat hebat saat menatap mata itu seolah tanpa rasa.
Padahal saat itu hatimu sedang kalang kabut mencari pundak, menenggelamkan wajah untuk menutupi buih dari air laut. Menggulung ratusan kata yang pernah ia janjikan, dan kamu ingin menghempaskannya tepat disana, didepan matanya.
Tapi, kamu memilih berdamai.
Menjadi manusia yang paling taat aturan.
Dan semua berjalan sesuai tatanan.
Kamu menjadi setegar hujan dibulan November.
Dihempas begitu keras, dijatuhkan dan dibiarkan.
Seolah kamu tak diberi waktu bertemu Desember.
Menangislah, habiskan airmata dan lukamu, cukup untuk hari ini. Dan jangan lakukan itu lagi, untuk seseorang yang tidak tau diri.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu