Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

Cara dia menerimaku

Genggaman, pelukan, dan tatapannya. Rasanya masih tidak menyangka bisa berada difase merasakan itu semua, menikmati senyumannya tiap kali bertemu. Sebenarnya kehadiran dia masih kurasa aneh dan tidak bisa diterima dengan logika. Mimpi yang kuanggap hanya bunga tidur, ternyata menjelma nyata. Begitukah cara takdir Tuhan bekerja? ketika hamba-Nya mengeluh meminta dipertemukan dengan seseorang yang mencintainya, seolah jentikan jari, Tuhan mengirimkannya. Aku yang selalu ketakutan untuk mengulang kembali bercerita, yang tidak mudah diterima oleh pendengarnya. Tapi Tuhan seolah menguatkan hatinya untuk menetap, mengesampingkan egonya dan tetap menerima lukaku. Ia mendengarkan ceritaku sekali, dan memintaku untuk tak kembali bercerita. Disaat semua orang yang berada diposisinya memilih untuk mundur, ia lebih memilih untuk mengenyahkan. Menutup cerita masa lalu, dan menggenggam tanganku untuk berjalan bersamanya. Tuhan terima kasih, meski ia tidak serta merta bisa menerima ceritaku, namun ia...

Hari ketika ia melamarku

Aku masih menatap laki-laki yang kemarin baru saja berjanji akan menyebut namaku dan nama ayahku, ketika ia berikrar kabul didepan penghulu. Kalimat yang bisa diucapkan oleh siapa saja saat mengenalku, sebelum mereka tau seberapa lebar luka masa lalu. Aku kembali mengerjap, memastikan bahwa apa yang sedang terjadi saat ini adalah benar adanya. Dia melingkarkan cincin di jari manisku, tersenyum bangga seolah sedang memenangkan sebuah penghargaan megah.Tidak ada tatapan muak atau jijik sedikitpun dimatanya, yang ada hanya ketulusan dari seorang laki-laki kepada perempuannya. Hari ini, kamu melamarku. membuktikan satu langkah dari kesungguhanmu. Aku masih tidak menyangka, Tuhan mengirimkanmu secepat yang aku minta. Akh, kenapa aku masih meragukan ketetapan Tuhan. Bahkan ketika aku sudah meminta. Ternyata jalan cerita kita masing-masing tidak mudah. Aku mengerti sekarang, Tuhan memberikan jalan yang kita lewati masing-masing untuk sendiri terlebih dahulu, tanpa saling menemukan. Hanya agar...

(S)eseorang yang Menuntunku Ketika Tersesat

 Seseorang yang tiap kali ada dimimpiku, yang entah berasal darimana, tapi selalu menuntunku ketika tersesat, menarikku dari bawah palung, dan menyembuhkan lukaku. Terakhir kali, aku bermimpi ia menyembuhkan lukaku. menatapku dengan pandangan yang meneduhkan, tanpa merasa jijik atau berniat untuk pergi. Ia malah membawaku terbang tinggi, merangkulku dan memastikan tubuhku yang penuh luka ini tidak terjatuh ke bumi lalu hancur seperti ketakutanku. Dan seseorang yang datang tiap kali aku bermimpi, kini sudah berada didepanku. Aku coba mencubit kulitku untuk kesekian kalinya, berusaha membangunkanku dari mimpi yang penuh harapan ini. Sakit rasanya ketika terbangun dan mendapati aku yang tak pernah tau siapa seseorang tersebut. Tapi ketika sekarang aku sudah ada dihadapannya, aku malah berpikir ini masih mimpi.  Ia benar-benar ada didepanku, menatapku dengan senyum yang artistik, sederhana namun membuat siapapun yang melihatnya akan terhipnotis. Persis ketika ia menatapku saat ada...