Genggaman, pelukan, dan tatapannya. Rasanya masih tidak menyangka bisa berada difase merasakan itu semua, menikmati senyumannya tiap kali bertemu. Sebenarnya kehadiran dia masih kurasa aneh dan tidak bisa diterima dengan logika. Mimpi yang kuanggap hanya bunga tidur, ternyata menjelma nyata. Begitukah cara takdir Tuhan bekerja? ketika hamba-Nya mengeluh meminta dipertemukan dengan seseorang yang mencintainya, seolah jentikan jari, Tuhan mengirimkannya. Aku yang selalu ketakutan untuk mengulang kembali bercerita, yang tidak mudah diterima oleh pendengarnya. Tapi Tuhan seolah menguatkan hatinya untuk menetap, mengesampingkan egonya dan tetap menerima lukaku. Ia mendengarkan ceritaku sekali, dan memintaku untuk tak kembali bercerita. Disaat semua orang yang berada diposisinya memilih untuk mundur, ia lebih memilih untuk mengenyahkan. Menutup cerita masa lalu, dan menggenggam tanganku untuk berjalan bersamanya. Tuhan terima kasih, meski ia tidak serta merta bisa menerima ceritaku, namun ia...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.