Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Jarak

Jarak yang jauh bukan masalah, bahkan selama ini kita sudah jauh, sangat jauh. Bukan seperti langit dan bumi, tapi seperti bunga raflesia dan lebah. Iya bukan? Tidak pernah saling tilik menilik, lebah yang enggan menilik bunga raflesia yang berbau tidak sedap, sedangkan bunga raflesia? Tidak terbesit sedikitpun untuk ditilik oleh lebah. "KITA" Apa salah kata itu diumpamakan satu laki-laki dan satu perempuan yang bukan mahram? Sedangkan setiap insan diciptakan untuk mencinta. Dosa kah jika sebuah keterikatan tanpa satu tujuan menjadi pilihan sebagian insan yang mencinta? Sungguh, jarak yang mengajarkan bahwa tanpa keterikatan tetap ada satu tujuan.

Yang Tak Berujung

Apa kabar denganmu? Lama ya Kita berjauhan, menurutku. Apa aku boleh menilik hatimu sebentar? Seperti apa isinya, sungguh aku penasaran. Aku ingat sekali katamu. Rindu pun sepertinya tak dapat kita ungkapkan, hanya bisa kita telaah masing-masing, memendamnya dengan cara yang kita pilih. Aku tahu, Kau tahu, tapi Kita pura-pura tidak tahu menahu. Aku tidak memberi jarak, tapi Kau... Oh tidak, itu hanya persepsiku sendiri. Menurutmu, Aku yang memberi jarak. Entahlah, terserah dengan persepsi masing-masing yang tidak akan pernah berujung jika tak pernah kita rundingkan dalam pertemuan kata. Intinya Kita saling enggan untuk memulai, padahal apa yang kita rasakan sama, Rindu, rindu yang tak pernah berujung, dan sakit yang menyeruak. Oh sakit? Aah itu yang kurasa, entah dengan hatimu. Aku tak begitu mudah menebaknya meski sudah mengenalmu lama, se-lama yang tak pernah aku fikirkan. Se-lama perkiraanku setelah kejadian itu, namun nyatanya keadaan Kita masih begitu baik-baik saja hingga se...

Pilih Hati Mencinta

Hati yang tercerahkan dan cinta lebih berharga daripada semua permata di dunia. Ada berbagai macam hati sebagaimana adanya berbagai macam unsur di dunia. 1. Hati dari metal, perlu lebih banyak waktu dan lebih banyak api cinta untuk memanaskannya. Setelah panas, ia akan meleleh dan dapat dibentuk menurut kehendak kita, namun kemudian menjadi dingin kembali. 2. Hati yang terbuat dari lilin, yang segera meleleh ketika bersentuhan dengan api, dan bila mempunyai sumbu ideal, ia akan mempertahankan api itu hingga lilin habis terbakar. 3. Hati dari kertas, yang dapat menyala dengan cepat ketika bersentuhan dengan api dan berubah menjadi abu dalam sekejap. Guys, cinta itu seperti api. Nyalanya adalah pengorbanan, apinya adalah kearifan, asapnya adalah keterikatan, dan abunya adalah keterlepasan. Api muncul dari nyala, demikian pula kearifan yang muncul dari pengorbanan. Bila api cinta menghasilkan nyala, ia menerangi jalan, dan semua kegelapan pun sirna. Cinta seperti apakah yang kalian r...

Coba Tilik Hati Masing-masing

Kita pernah dekat sedekat darah dalam nadi, tapi Kita juga pernah jauh sejauh langit dan bumi. Kita juga sempat menilik hati satu sama lain, namun begitu sulit menyatukannya lagi. Kau benar, Kita egois. Selalu menginginkan apa yang Kita inginkan masing-masing, namun tak pernah mengerti keinginan yang lain. Tapi apakah seterusnya seperti ini? Sampai hujan meteor turun ke bumi, ngehancurin harapan itu?. Mengenalmu cukup lama tidak juga mengenal sifatmu sedalam mungkin. Bahkan kali ini aku tidak mengetahui maksud semuanya darimu. Inginmu membentuk kata "Kita" menjadi lebih erat tidak bisa ku artikan dengan sikapmu sekarang. Rasa bertolak belakang yang sangat dirasa. Apa ini juga termasuk egois? Entahlah. Hanya Tuhan dan diri masing-masing yang tahu. Egois itu sifat alami dari diri seseorang, rasa ingin terwujud segala pengharapannya. siapa yang pernah merasakan itu? Semua pasti. Hhh. Tapi jika hidup ingin selaras, redamlah ego itu, jadikan keinginan kita selaras dengan keingi...

Hitam dan Putih

Di dunia ini semua penuh dengan keterkaitan, jika kita melihat hitam kita juga akan melihat putih, jika kita melihat gelap kita juga akan melihat terang. Tidak selamanya kita hanya melihat hitam dan gelap sedang putih dengan terang, itu semua ditunjukkan oleh Allah agar kita bisa berfikir lebih mendalam tentang hidup. Diumpamakan saja seperti sebuah kain. Kenapa ada hitam jika putih lebih menarik? Iya bukan? Karena tidak selamanya kain putih akan tetap berwarna terang seperti awan putih jika terus kita pakai, jika kain putih akan terasa kotor---bila sudah terkena noda hitam. Seperti itulah hubungan, tidak semuanya berwarna putih, menyenangkan, menarik, jika kita sudah lama menjalaninya. Akan ada masalah entah itu kecil atau besar yang membuat kita goyah, yang kita umpamakan sebagai noda hitam. Tapi kita juga tahu ada pemutih untuk menghilangkan noda hitam di kain putih bukan? Seperti itulah hidup, tidak ada hal yang tidak bisa dipecahkan masalahnya." Perumpaan ini memang sering k...