Apa kabar denganmu? Lama ya Kita berjauhan, menurutku.
Apa aku boleh menilik hatimu sebentar? Seperti apa isinya, sungguh aku penasaran. Aku ingat sekali katamu.
Rindu pun sepertinya tak dapat kita ungkapkan, hanya bisa kita telaah masing-masing, memendamnya dengan cara yang kita pilih.
Aku tahu, Kau tahu, tapi Kita pura-pura tidak tahu menahu.
Aku tidak memberi jarak, tapi Kau... Oh tidak, itu hanya persepsiku sendiri. Menurutmu, Aku yang memberi jarak. Entahlah, terserah dengan persepsi masing-masing yang tidak akan pernah berujung jika tak pernah kita rundingkan dalam pertemuan kata.
Intinya Kita saling enggan untuk memulai, padahal apa yang kita rasakan sama, Rindu, rindu yang tak pernah berujung, dan sakit yang menyeruak. Oh sakit? Aah itu yang kurasa, entah dengan hatimu. Aku tak begitu mudah menebaknya meski sudah mengenalmu lama, se-lama yang tak pernah aku fikirkan. Se-lama perkiraanku setelah kejadian itu, namun nyatanya keadaan Kita masih begitu baik-baik saja hingga sekarang.
Egoisme tinggi yang menjadi penebal dalam hati kita masing-masing, enggan memulai namun tetap menunggu. Penyakit hati yang sampai saat ini membuat tembok besar diantara kita.
Sampai kapan?
Aku menatap langit-langit ruangan bernuansa putih bersekat gorden hijau khasnya. Menikmati proses sembari menunggumu yang sedang diluar mengurus segala macam tetek bengek administrasi. Aku tidak tau bagaimana perasaanmu, Mas. Tapi yang jelas aku disini membutuhkanmu segera, untuk melewati segala proses ini. Karena entah kenapa; aku tiba-tiba merasa terlalu takut untuk sendirian. Banyak sekali gambaran diatas sana tentang proses selanjutnya, yang aku tidak bisa memastikan berakhir seperti apa kondisiku nanti. Krek Mataku langsung tertuju kearah pintu yang terbuka, sesuai harapanku; kamu benar-benar sudah datang menyelesaikan urusanmu, Mas. Yang pertama kali kulihat adalah senyuman, meski wajahmu tidak bisa berbohong ada kekhawatiran disana. "Gapapa, pokoknya yang terbaik buat kamu dan anak kita." Ucapnya langsung setelah menghampiriku yang terbaring diatas ranjang, dengan jarum infus terpasang dilengan kananku. Yah, hari ini sudah lewat dari masa perkiraan aku melahirk...
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu