Jarak yang jauh bukan masalah, bahkan selama ini kita sudah jauh, sangat jauh. Bukan seperti langit dan bumi, tapi seperti bunga raflesia dan lebah. Iya bukan? Tidak pernah saling tilik menilik, lebah yang enggan menilik bunga raflesia yang berbau tidak sedap, sedangkan bunga raflesia? Tidak terbesit sedikitpun untuk ditilik oleh lebah.
"KITA"
Apa salah kata itu diumpamakan satu laki-laki dan satu perempuan yang bukan mahram? Sedangkan setiap insan diciptakan untuk mencinta. Dosa kah jika sebuah keterikatan tanpa satu tujuan menjadi pilihan sebagian insan yang mencinta?
Sungguh, jarak yang mengajarkan bahwa tanpa keterikatan tetap ada satu tujuan.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu