Kita pernah dekat sedekat darah dalam nadi, tapi Kita juga pernah jauh sejauh langit dan bumi. Kita juga sempat menilik hati satu sama lain, namun begitu sulit menyatukannya lagi.
Kau benar, Kita egois. Selalu menginginkan apa yang Kita inginkan masing-masing, namun tak pernah mengerti keinginan yang lain. Tapi apakah seterusnya seperti ini? Sampai hujan meteor turun ke bumi, ngehancurin harapan itu?.
Mengenalmu cukup lama tidak juga mengenal sifatmu sedalam mungkin. Bahkan kali ini aku tidak mengetahui maksud semuanya darimu. Inginmu membentuk kata "Kita" menjadi lebih erat tidak bisa ku artikan dengan sikapmu sekarang. Rasa bertolak belakang yang sangat dirasa. Apa ini juga termasuk egois? Entahlah. Hanya Tuhan dan diri masing-masing yang tahu. Egois itu sifat alami dari diri seseorang, rasa ingin terwujud segala pengharapannya. siapa yang pernah merasakan itu? Semua pasti. Hhh.
Tapi jika hidup ingin selaras, redamlah ego itu, jadikan keinginan kita selaras dengan keinginan orang lain. Bandingkan keinginan masing-masing. Baik pilihlah, Buruk tinggalkanlah.
Aku hanya tidak ingin terlalu berkorban, berjuang lagi. Rasanya sakit jika hanya sia-sia yang aku dapat.
Yakinkan kalau memang ingin meyakinkan.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu