Terkadang dunia bertanya, siapa kamu yang bayangnya mengganggu pandanganku. Yang membuatku menghilangkan bayangan lain yang mencoba mencari jejakku, yang mungkin saja dengan mudah bayangnya berubah menjadi sosok yang tak lagi samar. Sedangkan kamu? Apa sudah tentu bisa berubah menjadi tak samar lagi seperti bayangan lainnya? Sampai sekarang aku hanya bisa melihatmu dalam bentuk bayangan, bayangan yang masih sulit kuterka dimana letak hatinya dan bertepi dimanakah ujungnya? Hatiku? Atau hati orang lain yang senantiasa membuka matanya lebar-lebar untuk bisa melihat sosokmu dan merangkulmu, tidak lagi membiarkanmu membayangi anganku, tanpa lagi memperdulikan kerinduanku tentang bagaimana rasa bahagianya melihat bayanganmu, hanya bayangan, yang tak bisa kusentuh dan kurasa perasaannya. Begitu samar dan gamang, akankah aku masih mampu untuk memburamkan mata cuma hanya untuk memberi satu-satunya tempat bayanganmu hadir. Bagaimana aku harus menempatkan rasa yang terkadang bimbang, sedangkan ...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.