Hai kamu! Entah sampai kapan aku terus menulis dengan judul menunggu. Sampai kapan pula aku masih dipersimpangan ini, hanya untuk menunggu sosok yang beberapa minggu ini telah hilang, bahkan membawa bayangannya juga. Hingga tidak memberiku kesempatan untuk mencari. Menunggu, hanya itu yang dapat kulakukan. Beri satu kata kunci dari teka-teki ini yang tidak mampu kupecahkan sendirian. Bantu aku, datanglah sejenak meski tanpa mampir. Sapa aku, katakan sesuatu untuk mengakhiri rasa jenuhku ini, katakan bahwa semuanya tetaplah baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari menghilangnya dirimu akhir-akhir ini. Aku sadar, siapa aku untukmu? Aku bukan siapa-siapa, kita hanya pernah ada dalam suatu keadaan, dimana kita akhirnya memiliki perasaan yang sama. Tunggu dulu, perasaan yang sama bagaimana? Jika kamu bilang, perasaanmu melebihi perasaanku. Baiklah, aku tidak bisa berbicara mengenai perasaanmu, karena sulit untukku menerkanya, hanya sang pemilik perasaanlah yang tau. Sedan...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.