Aku , yang menjatuhkan hati padamu, perempuanku. Yang ku mengerti satu hal tentang tujuan-Nya menghadirkanmu dalam hidupku saat ini; untuk menjadi milikku, atau hanya sebagai pembelajaran. Rahasia takdir yang tak pernah bisa kubaca hingga kini. Aku hanya ingin menjadikanmu sekelumpit mimpi besar yang sedang ingin kuraih. Berusaha memantaskan diri, masih terus kucoba, Agar yang kau kenal hanya airmata kebahagiaan, bukanlah sebaliknya. Perempuan istimewa sepertimu, harus memiliki pendamping yang sama istimewanya. Aku bersyukur telah dipertemukan denganmu, Pemilik senyum khas syurga yang tak ada habisnya membuat hatiku damai. Pemilik tatapan meneduhkan yang membuatku ingin terus menetap. Pemilik suara selembut sutra yang membuatku merasakan kenyamanan. Ingin rasanya, dengan cinta aku bisa memilikimu. Tapi, alasanku memantaskan diri tidak ada apa-apanya dengan yang sudah pantas sejak awal. Dia hadir, Laki-laki yang mampu memberikan cinta dan materi yang sesungguhnya. Perempu...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.