Aku, yang menjatuhkan hati padamu, laki-lakiku.
Terhitung kala itu aku mencintaimu,
Berharap yang pernah terlewati,
menjadi bagian paling terkenang saat kita tua nanti.
Ku menemukanmu, dengan segala yang kucari.
Kebahagiaanku ada pada senyum dan perhatianmu,
Terbilang berlebihan, tapi itu kenyataannya.
Hingga kita saling berjanji,
Menjatuhkan hati satu sama lain,
Dengan tujuan yang sama untuk nantinya.
Tapi, dia datang.
Mengambil alih kehadiramu,
Membuatmu harus mengalah dan mundur.
Tapi kenapa?
Kenapa kamu harus mengalah dan mundur?
Bukankah kita memiliki janji-janji yang sebentar lagi sudah didepan mata.
Jujur, aku kecewa padamu.
Cinta yang seharusnya menguatkan kita,
Tak berarti apapun karena materi.
Seandainya, kau mau menetap bersama cinta itu,
Seandainya, kau tak pergi meninggalkan cintaku,
Seandainya, kau mengalahkan materi dengan cintamu.
Berandai-andai membuatku semakin sakit.
Karena yang kuandaikan, tak akan bisa menjadi kenyataan.
Waktu berubah secepat ini,
Cinta yang kuanggap menjadi pemenang diatas segalanya,
Harus tersingkir oleh materi.
Kemana kau pergi bersama cinta itu?
Kenapa kau tak berusaha berjuang untukku?
Dariku, perempuan yang masih mencintaimu.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu