Aku, yang menjatuhkan hati padamu, perempuanku.
Yang ku mengerti satu hal tentang tujuan-Nya menghadirkanmu dalam hidupku saat ini; untuk menjadi milikku, atau hanya sebagai pembelajaran.
Rahasia takdir yang tak pernah bisa kubaca hingga kini.
Aku hanya ingin menjadikanmu sekelumpit mimpi besar yang sedang ingin kuraih.
Berusaha memantaskan diri, masih terus kucoba,
Agar yang kau kenal hanya airmata kebahagiaan, bukanlah sebaliknya.
Perempuan istimewa sepertimu, harus memiliki pendamping yang sama istimewanya.
Aku bersyukur telah dipertemukan denganmu,
Pemilik senyum khas syurga yang tak ada habisnya membuat hatiku damai.
Pemilik tatapan meneduhkan yang membuatku ingin terus menetap.
Pemilik suara selembut sutra yang membuatku merasakan kenyamanan.
Ingin rasanya, dengan cinta aku bisa memilikimu.
Tapi, alasanku memantaskan diri tidak ada apa-apanya dengan yang sudah pantas sejak awal.
Dia hadir,
Laki-laki yang mampu memberikan cinta dan materi yang sesungguhnya.
Perempuan istimewa, tak hanya butuh cinta yang besar, namun juga materi.
Aku tersadar, bahwa yang kupunya hanya kepingan materi dari sejagad materi yang dia punya.
Meski kau menolaknya, tapi yang lain tak bisa mendukungmu.
Karena materi adalah kesungguhan yang nyata,
Sedangkan cinta hanya bayangan semu yang belum tentu diterima oleh kenyataan.
Aku mencintaimu, lebih dari dia.
Tapi aku tidak bisa memilikimu hanya dengan cinta.
Aku hanyalah laki-laki yang berasal dari keluarga biasa-biasa saja,
Aku tak bisa menjanjikan kelebihanku untuk mendampingimu,
Karena semua itu tak ada apa-apanya dibandingkan dia.
Maafkan aku yang berhenti sampai disini,
Akhirnya Dia memberikan alasan kehadiranmu didalam hidupku hanyalah; untuk sebagai pembelajaran.
Lupakan apa yang pernah aku janjikan,
Tentang aku yang akan memiliki senyum, tatapan dan suaramu.
Karena aku bukanlah laki-laki istimewa yang sesungguhnya.
Dariku, laki-laki yang akan selalu mencintaimu.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu