Adakah aku disana? Disaat masa-masa sedih sedang kamu lewati, Airmata mana yang tak bisa kulihat kala itu. Aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan, dengan menggumamkan agar segala kesedihan itu tersudahi. Melihatmu seperti ini, mengingatkan aku diwaktu itu. Dimana aku juga pernah kehilangan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Mata mana yang tidak menumpahkan buihnya, ketika seseorang yang begitu berarti harus pergi tanpa berpamit. Sedih, dan kecewa pada diri sendiri yang merasa belum menjadi baik dimatanya sewaktu itu. Andai, dengan menukar nyawa bisa membuat usianya tak bermasa secepat itu. Tapi, takdir mana yang bisa ditebak. Usia merupakan takdir, yang berakhirnya tak bisa diduga. Meski perih, namun apa yang bisa diperbuat? Yang berusia, pasti bermasa. Dan yang bermasa, pasti berakhir. Tidak ada yang lebih sedih, dari kehilangan seseorang yang begitu berarti dihidup. Bahkan, sampai kapanpun. Tapi kesedihan yang berlarut-larut, itu tidak diperbolehkan. Andai, aku a...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.