Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Hijabmu

Mahkota terindah adalah hijabmu, Dan akan semakin terlihat indah, bila dengan niat tulusmu. Bila dikaitkan, hijabmu pun berkaitan dengan pandanganmu, Jikalau kau tertutup, maka kau pun akan tertunduk. Maka, malu lah pada hijabmu, yang sudah memuliakanmu.

Mengenangmu

Ku pejamkan mata, dan ku temukan seberkas cahaya yang menyilaukan. Alih-alih berpaling untuk menjauh, hati dengan pongahnya menyuruhku mendekat. Meraih yang nyatanya mustahil untuk direngkuh. Cahaya yang tadinya begitu terang menyilaukan, perlahan meredup. Seiring sosok yang selama ini kurindukan, datang dengan senyum khasnya. Bibirku melengkung membalas senyumnya, begitupun dengan airmata, yang tidak pernah bisa lepas kala bertemu dengannya. Mimpi yang selalu kunanti, namun juga kutakuti. Yaitu kembali menemukannya, namun juga harus kembali melepaskannya. Adakah alasan aku tak menangis? Jika berulang kali bertemu, berulang kali juga aku harus kehilangan orang yang sama. Raga nyatamu pun sudah tak bisa lagi ku peluk, ku rengkuh, ku lihat. Yang ku dapatkan hanya bayanganmu, bayangan dalam mimpi tiap malamku. Bisa ku rasakan, tapi tidak bisa kuminta menetap. Pernah, kurasakan lelah. Setiap membuka mata, dan tak kudapati sosok yang kurindukan didunia nyata. Senyum manisnya, Ta...

Dua sosok tercinta

Sosok dua insan yang bertemu dalam garis takdir, menyempurnakan perbedaan, dan menyatukan persamaan hinga menjadi satu kesatuan yang sempurna. Karena kalian lah, aku hadir di dunia ini. Karena kalian juga lah, aku mengerti betapa indah kasih sayang yang tidak bisa digantikan oleh apapun. Untuk pertama kalinya aku membuka mata, dan melihat dunia, saat itu lah aku diberi anugerah paling indah hingga sekarang- hingga nanti aku kembali menutup mata; yaitu sebuah nama, yang sekaligus memberikan makna dan doa disetiap aku melangkah. Suara kumandang adzan menyambutku, menghangatkan tubuhku yang belum sepenuhnya sempurna di dunia baru. Pemilik suara itu adalah pria yang ku panggil Bapak. Lalu, dekapan hangat menjadikan lelahku menangis hilang sekejap, kecupannya dikening memberikan tanda sebuah kasih sayang yang luasnya sama dengan seisi dunia. Dia adalah wanita yang ku panggil Ibu. Aku merindukan masa itu, ketika Bapak dan Ibu sama-sama merawatku dalam kasih sayang yang utuh. Namun, ken...

Mimpiku

Mataku terpejam sebentar, namun aku sudah melihat wajahmu mengukir senyum. Dengan baju batik dan sarung kesukaanmu, kau hadir dalam mimpiku. Pria yang selalu kusebut dalam doa untuk kebaikan disisi-Nya, memintakan surga istimewa untukmu, dan menghadiahkan satu untaian surat agar kau tak merasakan rindu sepenuhnya. Kau adalah Ayah tercintaku. Sudah tugasku sebagai putrimu, untuk membuatmu tak merasakan keresahan dan hanya kebahagiaan yang selalu menyelimutimu tiap melihatku. Beribu maaf, jika aku belum menjadi sholehah untukmu Yah, hingga kini aku selalu berusaha. Berusaha membalas segala yang pernah diberikan olehmu untukku, yang tak bisa kuhitung meski dengan jangka waktu seribu tahun pun. Aku melihat matamu mengerjap, sama persis kala kau melihatku sewaktu dulu, mata yang menyiratkan keteduhan, manik-maniknya yang memancarkan cahaya dan siapapun yang melihatnya seperti sebuah bulan datang di senja hari, indah dan menenangkan. Tanganku coba meraihmu, aku takut dadaku kembali sakit...