Ku pejamkan mata, dan ku temukan seberkas cahaya yang menyilaukan. Alih-alih berpaling untuk menjauh, hati dengan pongahnya menyuruhku mendekat. Meraih yang nyatanya mustahil untuk direngkuh. Cahaya yang tadinya begitu terang menyilaukan, perlahan meredup. Seiring sosok yang selama ini kurindukan, datang dengan senyum khasnya. Bibirku melengkung membalas senyumnya, begitupun dengan airmata, yang tidak pernah bisa lepas kala bertemu dengannya. Mimpi yang selalu kunanti, namun juga kutakuti. Yaitu kembali menemukannya, namun juga harus kembali melepaskannya. Adakah alasan aku tak menangis? Jika berulang kali bertemu, berulang kali juga aku harus kehilangan orang yang sama. Raga nyatamu pun sudah tak bisa lagi ku peluk, ku rengkuh, ku lihat. Yang ku dapatkan hanya bayanganmu, bayangan dalam mimpi tiap malamku. Bisa ku rasakan, tapi tidak bisa kuminta menetap. Pernah, kurasakan lelah. Setiap membuka mata, dan tak kudapati sosok yang kurindukan didunia nyata. Senyum manisnya, Ta...