Sosok dua insan yang bertemu dalam garis takdir, menyempurnakan perbedaan, dan menyatukan persamaan hinga menjadi satu kesatuan yang sempurna.
Karena kalian lah, aku hadir di dunia ini.
Karena kalian juga lah, aku mengerti betapa indah kasih sayang yang tidak bisa digantikan oleh apapun.
Untuk pertama kalinya aku membuka mata, dan melihat dunia, saat itu lah aku diberi anugerah paling indah hingga sekarang- hingga nanti aku kembali menutup mata; yaitu sebuah nama, yang sekaligus memberikan makna dan doa disetiap aku melangkah.
Suara kumandang adzan menyambutku, menghangatkan tubuhku yang belum sepenuhnya sempurna di dunia baru. Pemilik suara itu adalah pria yang ku panggil Bapak.
Lalu, dekapan hangat menjadikan lelahku menangis hilang sekejap, kecupannya dikening memberikan tanda sebuah kasih sayang yang luasnya sama dengan seisi dunia. Dia adalah wanita yang ku panggil Ibu.
Aku merindukan masa itu, ketika Bapak dan Ibu sama-sama merawatku dalam kasih sayang yang utuh. Namun, kenyataan berkata lain.
Pria pemilik suara merdu yang pertama kalinya kudengar,
Pria yang menjadi penopang tiap aku mulai lelah,
Pria yang menjadikanku anak gadisnya paling manja,
Sudah pergi untuk selama-lamanya, membawa raga dibalik tanah tempat kembali,
Namun, meski raganya sudah tak hadir mengisi hariku, jiwanya tetap selalu menjagaku hingga tak takut akan hari esok.
Kurasa dengan memejamkan mata, sosok Bapak masih hadir untuk menina-bobokan ku.
Menguraikan suaranya hingga menjadi lantunan sholawat indah,
Namun, ketika ku buka mata semuanya hilang, suara lantunan dan kehadirannya tak dapat ku temukan lagi.
Kutemukan foto 7 tahun yang lalu, ketika Bapak masih bersamaku dan semuanya, satu-satunya foto yang mengabadikan pria bersenyum simpul, dan berkulit hitam manis. Hanya foto itu.
Jika dapat berandai,
aku ingin ada ditengah-tengah kalian,
ikut tersenyum dan berpelukan,
diabadikan hingga beberapa kali jepretan.
Aku hanya ingin itu.
Aku ingin mengutarakan dalam foto itu bahwa aku bangga memiliki kalian,
Kalian adalah kebahagiaan yang tak bisa tergantikan,
Hanya itu, meski simple tapi tak mungkin terjadi.
Tak ada yang bisa mengembalikan semuanya,
Bahkan kebahagiaanku ketika kalian masih sempurna disisiku.
Kini hanya aku, dan Ibu. Banyak yang kuabadikan bersamamu. Tapi jujur, aku juga ingin mengabadikannya dengan Bapak.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu