Kita, yang dipermainkan jarak,
Bagaimana caranya mengelak?
Kita, yang dipermainkan waktu
Mengapa kita tidak bisa menyatu?
Pada siapa kita bertanya?
Mengapa kita dipertemukan tanpa tau alasannya.
Siapa yang bisa menjelaskan?
Saat kita saling meragukan,
Kita yang menginginkan lebih,
Tapi siapa yang menjamin tidak adanya hati yang tersakiti.
Dan saat kita coba merangkak lebih jauh,
Mengelakkan kenyataan yang nyatanya tak mungkin tersentuh.
Kita, sudah diakhir penghujung,
Dengan cerminan yang dianggap sudah berujung.
Namun, kita merasa semua tak ada ujungnya,
Sebelum kita menyempurnakannya,
Dengan kita bersama.
Lagi-lagi, waktu dan jarak yang mengoyak kesadaran kita.
Siapa aku? Dan siapa kamu?
Mengapa sedari tadi aku menyebut; aku dan kamu, menjadi; kita. Mengapa?
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu