Baca sebelumnya : Badut yang hanya punya hak untuk menghiburmu Kemarin malam, kita berada ditempat; dimana tidak ada yang mengenal kita dan hubungan kita selain sepasang kekasih. Untuk menguarkan rasa yang kita sadari sudah terlalu salah. Kamu yang pertama kali berucap bahwa ini semua tidak benar. Ya, memang tidak benar. Kamu beranggapan bukan hanya menyakiti hatinya, tapi juga hatiku. Kamu mencoba memberiku pengertian bahwa tujuanmu kali ini bukan untuk mencampakkan, meninggalkanku ditengah jalan, dan menghancurkan harapanku, tapi karena kamu tidak ingin menyakitiku untuk kesekian kalinya, kamu takut harapan-harapan itu tidak terwujud, dan kamu akan menyesal untuk selamanya telah melakukan itu padaku. Pada saat itu, aku yang sebelumnya memang menginginkan ini semua, malah hancur berkeping-keping, melebur bersama harapan yang berusaha kuhancurkan dan sekarang kamu pun ikut menghancurkan. Aku tidak tau mengapa aku bisa sesakit ini. Lebih sakit ketika melihatmu memikirkan dia. Dengan...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.