Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Akulah yang masih mengalihkan perhatian dan perasaanmu

Baca sebelumnya : Badut yang hanya punya hak untuk menghiburmu Kemarin malam, kita berada ditempat; dimana tidak ada yang mengenal kita dan hubungan kita selain sepasang kekasih. Untuk menguarkan rasa yang kita sadari sudah terlalu salah. Kamu yang pertama kali berucap bahwa ini semua tidak benar. Ya, memang tidak benar. Kamu beranggapan bukan hanya menyakiti hatinya, tapi juga hatiku. Kamu mencoba memberiku pengertian bahwa tujuanmu kali ini bukan untuk mencampakkan, meninggalkanku ditengah jalan, dan menghancurkan harapanku, tapi karena kamu tidak ingin menyakitiku untuk kesekian kalinya, kamu takut harapan-harapan itu tidak terwujud, dan kamu akan menyesal untuk selamanya telah melakukan itu padaku. Pada saat itu, aku yang sebelumnya memang menginginkan ini semua, malah hancur berkeping-keping, melebur bersama harapan yang berusaha kuhancurkan dan sekarang kamu pun ikut menghancurkan. Aku tidak tau mengapa aku bisa sesakit ini. Lebih sakit ketika melihatmu memikirkan dia. Dengan...

Badut yang hanya punya hak untuk menghiburmu

Baca sebelumnya : Aku hanya tempat tidurmu, bukan rumahmu Aku menatapmu lekat, mencari aku didalam manik-manik mata indah itu. Tapi yang kutemui bukan aku disana, melainkan seseorang yang jadi fokusmu sekarang. Ah tidak hanya sekarang, tapi mungkin untuk selamanya. Apa arti hadirku disini sekarang? Didepanmu, tapi bukan aku yang kamu tatap. Kamu sedang bersama pikiran-pikiranmu tentangnya, yang aku tidak tau apa isinya. Baiklah, mungkin aku memang bukan siapa-siapa sejak dulu hingga sekarang. Aku tidak lebih dari manusia tidak tau diri yang masuk dalam kehidupanmu, dan menghancurkan harapan orang lain. Tapi nyatanya, aku tidak benar-benar ada dihidupmu. Tidak punya hak memintamu pulang, dan tidak seharusnya menahanmu. "Hibur aku" Ucapmu, seolah aku memang badut yang hanya punya hak untuk menghibur, tidak untuk memiliki. Ah ayolah hanya badut. Dan dengan usahaku, aku berusaha membuat mu tersenyum. Mengindahkan rasa tak karuanku karna ada yang sakit didada, tapi tak bis...

Serupa ruang yang hampa

Kamu lupa memberi kabar? Pada orang ini yang sukar untuk bersabar. Tak mengapa, Toh aku bukan siapa-siapa, Tak berarti apa-apa, ketika kamu sudah jauh disana. Aku serupa ruang yang hampa, ketika kamu hilang. Sedang menurutmu aku hanya jumpa, yang tak perlu untuk dikenang. Mengapa aku berpikir, kita satu? Sedang kamu tak pernah mencoba untuk menyatu. Aku hanya ilalang yang kamu petik, kemudian dibuang ketika bosan. Sedang aku selalu memandangmu sebagai ruang yang setiap saat berdetik, dan sulit untuk dilewatkan. Mengapa harapanku terlalu besar padamu? Sedang kamu tak pernah memberikan harapan itu sedikitpun. Berlarilah, aku janji tak akan mengejar, Pergilah, aku janji tak akan menguar, Aku janji tak akan menyodorkan tanganku ketika kamu lelah, Aku janji tak akan memberikan pundakku ketika kamu resah, Aku janji tak akan mengusik kebahagiaanmu diluar sana. Dan aku tak janji, ketika segalanya itu kamu minta kembali. Aku takut kembali ke zona itu, dimana aku hanya menjadi...