Kamu lupa memberi kabar?
Pada orang ini yang sukar untuk bersabar.
Tak mengapa,
Toh aku bukan siapa-siapa,
Tak berarti apa-apa, ketika kamu sudah jauh disana.
Aku serupa ruang yang hampa, ketika kamu hilang.
Sedang menurutmu aku hanya jumpa, yang tak perlu untuk dikenang.
Mengapa aku berpikir, kita satu?
Sedang kamu tak pernah mencoba untuk menyatu.
Aku hanya ilalang yang kamu petik, kemudian dibuang ketika bosan.
Sedang aku selalu memandangmu sebagai ruang yang setiap saat berdetik, dan sulit untuk dilewatkan.
Mengapa harapanku terlalu besar padamu?
Sedang kamu tak pernah memberikan harapan itu sedikitpun.
Berlarilah, aku janji tak akan mengejar,
Pergilah, aku janji tak akan menguar,
Aku janji tak akan menyodorkan tanganku ketika kamu lelah,
Aku janji tak akan memberikan pundakku ketika kamu resah,
Aku janji tak akan mengusik kebahagiaanmu diluar sana.
Dan aku tak janji, ketika segalanya itu kamu minta kembali.
Aku takut kembali ke zona itu, dimana aku hanya menjadi tempat singgahmu, kemudian pergi lagi untuk kesekian kalinya.
Cukup hiruk pikuk luar membuatku lupa,
Namun ketika ku kembali pada rutinitasku seperti biasanya,
Terbaring diatas ranjang, dan memandang langit-langit yang puas menertawakanku karena menanti kabar.
Sia-sia, tapi tetap kulakukan.
Hati, ku mohon, bahagialah tanpanya.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu