Bukannya sudah tak nyaman, namun aku sedang menahan.
Membiarkan ego sedikit mengalahkan perasaan.
Sekat yang terlalu tinggi, membuatku terduduk lemas dan menyerah.
Yah, aku tlah menyerah, dari semua yang kita lalui, aku tetap bukanlah tujuanmu.
Adakalanya hati ini menuntut untuk meminta kabar, tapi apa akan berjalan terus menerus seperti ini?
Jatuh berkali-kali untuk menggapaimu. Sungguh, jika aku dapat melihat dengan kasat mata hati ini, mungkin ia sudah penuh dengan bekas luka sayatan.
Selalu bertahan, dan berjuang. Namun tetap tak pernah berujung.
Aku sama sekali tak pernah menyalahkanmu, siapapun berhak merasakan nyaman. Ya, begitu pun aku dan kamu yang sudah terlanjur sangat jauh pada rasa itu.
Jika kamu tak mampu, maka aku yang akan memulainya.
Memulai untuk mengakhiri rasa yang seharusnya tak pernah ada.
Kamu disana bisa tanpaku, dan disini aku pun berusaha tanpamu.
Berbahagialah, diriku.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu