Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Hari ke-12 : Hari spesial bagimu

Aku ingat hari ini, Hari spesial tiap tahunnya bagimu, Beberapa tahun lalu aku masih sering memberi kejutan, dari hal yang tak terduga sampai yang bisa kamu tebak.  Aku kira hari ini akan sama seperti sebelum-sebelumnya, tapi ternyata tidak ya Tuan. Hari ini akan berlalu, seperti kamu yang sudah tidak ada kabar. Meski sebenarnya kamu masih ada, tapi rasanya sudah hambar. Hari dimana, sebelum aku benar-benar kehilanganmu. Berusaha membuat hari itu menjadi sangat spesial bagimu, hingga kamu akan selalu teringat bahwa pernah ada aku yang mengisi hatimu, meski tidak sepenuhnya. Hari dimana, aku masih berusaha mengikhlaskanmu. Ketika aku sudah tau, bahwa kita akan berpisah cepat atau lambat. Hari dimana, kamu masih menetap dan rela kutahan sebelum kembali kerumahmu yang sesungguhnya. Mengisi hari itu menjadi menakjubkan dan penuh hikmat, bersama lilin-lilin kecil dan kue ala kadarnya. Hari dimana, terakhir kali kamu mendekapku, dan membisikkan kata cinta, yang kutau bukan seutuhnya untu...

Takdir tidak pernah mengakhiriku

Entah mulai sejak kapan, hal yang menurutku sulit untuk dilakukan, ternyata lambat laun bisa kujalani, yaitu; mengikhlaskanmu. Bait demi bait seluruhnya tergores karenamu, sempat aku takut bagaimana jika kepergianmu membuatku kehilangan rasa percaya diri untuk bercerita. Tapi setelah berjalan cukup jauh, dan tanpa disengaja bukan kamu lagi yang menjadi alasanku menggoreskan pena, bukan sosokmu yang menjadi acuanku mengenang, bukan.  Ternyata aku bisa berdiri sendiri. Cerita tentangmu telah usai seperti usia hubungan yang tak pernah dimulai ini. Kita kembali pada satu hubungan pada umumnya; teman. Dan aku jauh lebih menyukainya, daripada berada dalam persembunyian. Sempat hancur berkeping-keping, ternyata bukan alasanku juga untuk bisa membencimu. Meskipun sedikit menyedihkan, tapi tidak ada yang disesalkan. Aku yang dulu pernah mencintaimu, akan tetap percaya rasa itu. Dan aku yang sekarang mengikhlaskanmu, sangat percaya bahwa takdir tidak pernah mengakhiriku.

Hari ke-11 : Apa alasan seseorang kembali?

Apa alasan seseorang kembali, ketika mengaku pergi karena dikecewakan? Bahkan, saat itu. Seolah telah melakukan kesalahan besar hingga dihakimi dan tidak ditempatkan pada sudut manapun dalam hatinya. Sedangkan saat itu, aku hanya berkata jujur. Dan berharap bisa diterimanya. Satu hal yang membuatku tercengang dan terpuruk, namun lambat laun berusaha kumaklumi. Memang tidak mudah menerima kejujuranku, ya. Pada akhirnya, hal-hal itu terjadi berulang kali, pada orang yang berbeda. Dan sekarang, aku mulai terbiasa, mulai bisa berdamai dengan keadaan. Yang menjadi pertanyaan, kenapa dia kembali setelah merasa dikecewakan oleh orang jahat sepertiku?  Kenapa dia ikut barisan orang-orang yang mengantri bertamu, sedangkan kenyataan itu sudah didengarnya.