Apa alasan seseorang kembali, ketika mengaku pergi karena dikecewakan?
Bahkan, saat itu. Seolah telah melakukan kesalahan besar hingga dihakimi dan tidak ditempatkan pada sudut manapun dalam hatinya.
Sedangkan saat itu, aku hanya berkata jujur. Dan berharap bisa diterimanya. Satu hal yang membuatku tercengang dan terpuruk, namun lambat laun berusaha kumaklumi.
Memang tidak mudah menerima kejujuranku, ya.
Pada akhirnya, hal-hal itu terjadi berulang kali, pada orang yang berbeda. Dan sekarang, aku mulai terbiasa, mulai bisa berdamai dengan keadaan.
Yang menjadi pertanyaan, kenapa dia kembali setelah merasa dikecewakan oleh orang jahat sepertiku?
Kenapa dia ikut barisan orang-orang yang mengantri bertamu, sedangkan kenyataan itu sudah didengarnya.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu