Ditengah perjalananku menuju sebuah kilau, bintang dengan sinarnya menghentikanku. Ia mengatakan bahwa sudah saatnya aku menepi, sudah saatnya aku membuka ruang untuk seseorang yang kusebutnya bintang.
Terdengar begitu singkat dan cepat, namun ia membuatku yakin bahwa tidak ada yang bercanda dalam usahanya, tidak ada yang main-main ditiap katanya. Meski terkadang ketakutan itu masih menghantui, namun perlahan aku bisa membuka ruang untuknya.
Ia begitu pandai dalam membuatku hanyut akan rasa nyaman. Tentang caranya; aku tidak dapat mendeskripsikan, yang aku tau banyak kejutan hingga terkadang aku sendiri merasa aneh; kenapa ia bisa berfikir seperti ini, melakukan hal ini, dan menentukan tentang ini. Satu hal saja masih belum sempat selesai aku terka, namuun hal lain lagi-lagi membuatku merasa meleleh. Ah ayolah, aku bisa benar-benar jatuh nantinya.
Tanpa terelakkan, aku masih berhati-hati. Ada rasa takut yang lagi-lagi aku tidak dapat mengartikannya. Entah itu karena dari perasaanku yang sebenarnya atau dari kejadian yang sudah-sudah, aku masih mencoba memahami, memaklumi dan berdamai.
Aku percaya bahwa setiap kehidupan punya kisah indah yang tak terduga, dan aku merasa Tuhan sekarang sedang menghadiahkannya untukku.
Terima kasih, Tuhan. Setidaknya aku bisa melihat yang kusebut bintang dalam kehidupan ini.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu