Ini bukanlah kisah, namun hanya guratan takdir yang pernah aku saksikan. Aku hadir, karena dirinya hadir. Seorang pria sederhana yang dulunya mengenyam bangku sekolah sebatas sekolah dasar, bahkan itupun tak bisa dia tamatkan. Kenapa? Bukan karena dia urakan dan sengaja berhenti sekolah, namun keadaannya lah yang memaksa untuk tidak melanjutkan meraih cita-citanya. Merawat adiknya yang hampir tiga orang, setiap dia berjalan, semua adiknya berlarian menuju dirinya, memintanya untuk menggendong, dan dengan senang hati, pria itu langsung menaikkan satu persatu adiknya diatas punggung dan lengannya. Ya Rabb, apa sekarang masih ada laki-laki sepertinya, yang rela menjadi ayah untuk adik-adik kecilnya, meski dirinya sendiri belum dikatakan dewasa. Dan pria itu tumbuh semakin besar, sebesar semangatnya bekerja, hanya untuk menghalalkan seorang wanita yang dia yakini akan melahirkan putri-putri cantik untuknya. Ya, saat itulah pria itu jatuh cinta, hanya pada satu wanita yang membuatnya sema...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.