Kamu yang membuatku terbang sekaligus jatuh berkali-kali. Bukan karena kamu menyakitiku, tapi karena keadaan yang membuatku harus sadar bahwa sayap yang kukepakkan untuk menggapai mu sedang terluka dan tidak mampu untuk terbang.
Entah untuk berapa kalinya aku berusaha menormalkan perasaanku, bersikap biasa saja setiap kamu mulai menyapaku, namun yang aku rasakan berbanding terbalik dengan alibiku selama ini.
Karena Kamu, selalu menjadi alasanku bersemangat menjalani hari. Menyisakan waktu untuk sekedar membalas pesan singkatmu, atau bahkan menahan tawa ketika kamu mulai mengujar kata-kata yang menggelikan perut.
Karena Kamu pula, tempat ternyamanku setiap bertemu. Pundakku yang jadi sandaranmu berusaha kuelakkan dari rasa lelah, sebab ingin kubuat senyaman mungkin untukmu, agar kamu pun menyadari bahwa aku juga nyaman setiap bersamamu. Aku nyaman sekali, hingga aku terlampau egois untuk bisa terus bersamamu.
Ingatkah kamu? Saat pada akhirnya kita memutuskan untuk bertukar pikiran. Menjabarkan pertemuan kita yang diluar logika, bagaimana pertama kalinya kita saling menemukan, lalu mulai mencari dan menerka pertemuan berikutnya, kemudian peristiwa yang akhirnya benar-benar mempertemukan kita pada waktu yang cukup lama. Kamu pasti sangat mengingatnya, pada saat aku menjabarkan kejadian demi kejadian yang akhirnya kamu sadari bahwa aku telah mencatat nya dalam memori sebagai pertemuan yang istimewa. Ku kira hanya aku.
Aku terlalu takut untuk jujur, aku terlalu naif mengaku bahwa aku sama nyamannya denganmu. Apalagi mendengar ceritamu, banyaknya perempuan yang nyaman bersamamu seperti halnya aku, namun kamu sendiri tidak merasakan. Aku hanya takut akan hal itu, aku takut bahwa hanya aku yang terlalu berharap kamu merasakan apa yang aku rasakan.
Kamu, sosok yang memberiku kenyamanan hingga sekarang, entah sampai kapan. Diatas kenyataan bahwa kita telah memiliki ruang sendiri-sendiri, dan kita hanya tersesat pada ruang lain yang mempertemukan kita, yang membuat kita nyaman dan enggan pergi.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu