Kemarin, aku melewati persimpangan tempatku menunggu. Inginku melupakanmu ternyata tak semudah mengingatmu dalam setiap detik. Seperti berlari dalam gurun pasir yang luas dan panas. Aku kelelahan dan tak tau arah. Bagaimana lagi caranya agar aku bisa melupakanmu? Lalu waktu itu, aku kembali melihat sosokmu. Kini kamu terlihat lebih gemuk. Kamu jauh lebih bahagia ya? Kamu masih sama, Monster Senja. Seperti pertama kalinya aku menemukanmu. Kamu selalu memalingkan wajah, dan bersikap angkuh. Kamu kira aku akan takut seperti dulu? Jika sikap manismu sudah menjadi makananku setiap hari. Apa kamu tak mengingat bagaimana kita yang dulu? Mencari suka didalam duka bersama-sama. Hanya untuk saling menguatkan. Tapi ternyata berakhir saling membiarkan. Jujur, bagaimana aku bisa membiarkanmu? Sedangkan bayanganmu saja masih menghantui ingatanku. Boleh aku berasumsi? Jika kamu juga seperti itu. Mana mungkin kamu bisa semudah itu melupakannya. Hari ini aku kembali melewati persimpanga...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.