Setiap hari bersamamu, bukan berarti aku bisa memilikimu.
Nyatanya kamu pergi untuk sebuah waktu, yang menahanmu.
Dan aku hanya bisa menunggu, sampai nanti kamu datang kembali untuk menyapaku.
Merengkuh bayangmu kembali, agar bisa kumiliki.
Meski kutau itu mustahil.
Pada sebuah waktu, boleh aku merayumu?
Agar waktunya denganku, lebih lama.
Pada sebuah waktu, boleh aku meminta?
Perlambatlah tiap detik, agar lebih lama.
Pada sebuah waktu, bolehkah aku memilikinya?
Untuk selamanya.
Sehingga tanpa perlu lagi aku merayu dan meminta padamu.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu