Hakimi aku. Salahkan aku. Benci aku.
Jika dengan itu membuatmu lega dan bisa melupakanku.
Apa yang mudah dari menyakiti seseorang yang sangat aku cintai?
Aku kesal dengan diriku sendiri, mengapa aku terus membuatmu menunggu selama ini, mengapa aku membuatmu terus membangun harapan untuk kita. Mengapa baru sekarang aku membuat keputusan untuk benar-benar pergi dan berhenti.
Dadaku sakit, kamu tau?
Aku ingin menoleh dan melihatmu. Tapi aku terlalu takut, akan mengurungkan niatku yang sudah ku bangun sejak beberapa waktu ini. Tidak mudah. Dan rasanya menyakitkan.
Jika boleh aku berkata, aku masih sangat mencintaimu.
Jika boleh aku meminta, aku pun ingin tetap bersamamu.
Jika boleh aku berharap, sepertimu, aku ingin hidup selamanya denganmu.
Tapi bisakah beri aku satu alasan, apa yang bisa membuatku untuk tetap mempertahankanmu? Jika sebanyak orang didunia ini menolak kita bersama.
Kita hanya berdua, dan mereka banyak.
Kita hanya punya dua tangan, dan kita tidak bisa menutup semua mulut mereka.
Lebih baik kamu yang menghakimiku, bukan kamu yang dihakimi mereka.
Aku akan menjagamu, meski dengan meninggalkanmu seperti ini.
Kamu perempuan terakhir yang ada disepertiga malamku, selalu kudoakan yang terbaik untukmu. Meski ku terluka.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu