Menekan rindu ini bukanlah hal yang mudah, ketika semuanya belum sempat ku ungkapkan.
Mengapa kamu pergi, sebelum tau apa yang ingin kamu ketahui selama ini. Apakah kamu terlampau lelah? Hingga pergi tanpa mengucapkan "selamat tinggal, sampai jumpa lagi atau tunggu aku". Kamu pergi dengan menghiraukan pertanyaanku, kamu pergi tanpa menoleh ke belakang.
Maafkan aku, jika membuatmu menunggu, membiarkanmu memberi perhatian tanpa balasan.
Aku hanya tidak ingin mengungkapkannya terlalu cepat, aku tidak ingin merasakan kehilangan seperti yang sudah-sudah. tapi ternyata pada kenyataannya, aku sudah kehilangan lebih awal dari yang kuduga.
Baiklah, jika itu yang terbaik. Kamu perlu mendapatkan yang lebih dariku, yang mampu membalas perhatianmu dengan kasih sayang, yang datang ketika kamu menunggu, yang meraih tanganmu ketika kamu mengulurkannya. Karena aku masih tak seberani itu hingga kini.
Aku masih berpikir berulang kali untuk menjatuhkan hati, setelah semua yang telah kulalui.
Semoga kamu mengerti, bukannya aku tak membalasmu, tapi aku masih ragu untuk berjalan.
Dengan semua kemungkinan, apakah bisa kamu menerimaku. Jadi, dengan kepergianmu mungkin adalah hal yang paling tepat, sebelum semakin dalam.
Terima kasih Tuan, pernah mampir sejenak menatapku, meski harus menyisakan kenangan.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu