Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2020

Tuan ini bukan ancaman, hanya sebuah pemberitahuan

Kemarin baru saja kita berbincang, tapi hari ini kamu sudah menghilang. Seperti angin, sebentar kamu datang dan sebentar kamu pulang.  Setidaknya, jangan menaruh harapan kalau kamu tau ini hanya permainan. Harus kamu tau, tidak ada yang baik-baik saja, ketika dunia-nya yang baru diciptakan, tiba-tiba dihimpit menuju permukaan. Baru saja menenggelamkan diri pada kebahagiaan, namun dalam sekejap ombak menggulung hingga menuju daratan. Menurutmu, ini seperti kembang api di tahun baru? Warna warni, kemudian menguar bak abu. Atau menurutmu, ini seperti ajang perlombaan? Mengejar, lalu menjatuhkan. Semenyenangkan itu kah menurutmu? Datang dan pulang, tanpa berpamitan. Tapi naasnya, ini bukan perlombaan atau kembang api yang membuatmu bahagia dalam satu waktu, lalu kamu tinggalkan ketika bosan atau sudah menang. Ini tentang perasaan, yang dijatuhkan untuk bertahan. Bukan ditinggalkan. Sesederhana itu menghargai perasaan, ketika kamu berniat untuk mulai menguarkan rasa nyaman. ...

Aku yang akan mengantarmu

Tangan itu meraihku, dengan bersemangat kamu membawaku pada kenyataan yang belum bisa kuterima.  Tanpa menilikku, kamu semakin mengeratkan genggaman ketika ku hendak melepasnya.  Mengapa kamu melakukan itu? Kamu mau aku menyaksikan semua luka yang telah kamu buat? Setelah membawaku berjalan cukup jauh, kamu berhenti. Tetap tanpa menilikku, kamu mulai melepas genggaman yang tadinya begitu erat. Ada ketakutan yang sangat besar, kehilanganmu nyatanya masih menjadi mimpi burukku.  Diseberang ada seorang perempuan telah menunggumu, dengan sebuket bunga ditangannya ia tersenyum. Dan kamu tetap tak menilikku, melangkahkan kaki kearahnya.  Yang berbeda, kamu tak meraihku lagi, genggaman yang begitu erat tadi terhapus oleh udara malam itu.  Kamu melangkah pergi... Seketika udara malam itu membentuk bentangan dinding tak kasat mata, menahanku untuk meraih, dan menghalangimu untuk berbalik.  Ternyata saat-saat itu telah tiba. Keadaan pada akhirnya memisahkan kita, set...

Semua telah menjadi mimpi

Kepada seseorang yang berhasil mengunciku dalam rasa nyaman, terimakasih atas hadiah perpisahannya. Tidak ada sepatah kata, dan itu jauh lebih baik dari sebelumnya. Berulang kali berusaha mengeluarkan diri, namun kembali pada sebuah ruang yang dinamakan; "kenyamanan". Siapapun berhak memilih teman dan pasangan, tapi pada akhirnya ia akan menetap pada seseorang yang membuatnya merasa nyaman. Dan tidak semua orang yang membuat rasa nyaman itu, merasakannya juga. Ia hanya memberi penawaran, yang bisa saja ditinggalkan untuk sebuah kepentingan. Ia datang dengan wajah menyedihkan, lalu pergi dengan senyuman. Begitu, ketika seseorang datang hanya untuk mencari hiburan.  Sudah seperti badut, seseorang yang berada dalam rasa nyaman, menjadi apapun agar melihatnya bahagia. Meski pada akhirnya tau, bahwa saat ia sedang penat di kehidupannya, ia membutuhkan persinggahan. Kepada seseorang yang telah membuatku jatuh pada kata nyaman, kini dengan langkah yang terseok, dan tubuh yang tak ma...

Untuk hubungan yang tak pernah punya nama

Dada yang selama ini menjadi tempat ternyaman, kembali mendekapku. Membawa sosok yang selama ini membuatku percaya, bahwa perjuanganku untuk bersatu denganmu akan segera terwujud. Namun, seiring berjalannya waktu... Aku mulai memahami bahwa; langkah juangku selama ini tak pernah beriringan denganmu. Dan hubungan yang ada diantara kita, tak pernah kamu beri nama. Kucoba merubah sajak dalam doaku, yang semula mengharapkanmu, menjadi ikhlas melepasmu.  Apa yang bisa aku lakukan selain itu? Sejak aku menyadari bahwa; aku bukan harapan di masa depanmu. Biarkan aku menangis dalam dekapanmu, untuk yang terakhir kali. Aku akan menghapus airmataku sendiri, dan menunjukkan senyum ikhlas tepat didepanmu. Aku mengikhlaskanmu, sungguh aku sedang berusaha... Untuk hubungan yang selama ini tak pernah punya nama, akan aku rubah menjadi pertemanan. Meski butuh waktu yang aku tidak tau berapa lamanya. Jangan pernah menatapku dengan mata yang seolah sangat tau apa yang sedang aku rasakan, dan jangan ...