Kepada seseorang yang berhasil mengunciku dalam rasa nyaman, terimakasih atas hadiah perpisahannya.
Tidak ada sepatah kata, dan itu jauh lebih baik dari sebelumnya.
Berulang kali berusaha mengeluarkan diri, namun kembali pada sebuah ruang yang dinamakan; "kenyamanan".
Siapapun berhak memilih teman dan pasangan, tapi pada akhirnya ia akan menetap pada seseorang yang membuatnya merasa nyaman.
Dan tidak semua orang yang membuat rasa nyaman itu, merasakannya juga. Ia hanya memberi penawaran, yang bisa saja ditinggalkan untuk sebuah kepentingan.
Ia datang dengan wajah menyedihkan, lalu pergi dengan senyuman. Begitu, ketika seseorang datang hanya untuk mencari hiburan.
Sudah seperti badut, seseorang yang berada dalam rasa nyaman, menjadi apapun agar melihatnya bahagia. Meski pada akhirnya tau, bahwa saat ia sedang penat di kehidupannya, ia membutuhkan persinggahan.
Kepada seseorang yang telah membuatku jatuh pada kata nyaman, kini dengan langkah yang terseok, dan tubuh yang tak mampu berdiri tegap, aku akan pergi.
Dengan mengumpulkan sisa rasa malu dan egoisku, aku akan menjauh.
Aku akan mengembalikan semua rasa nyaman yang telah diberikan, tanpa menoleh kembali. Karena semua rasa itu, hanyalah pamrih yang baru kusadari.
Aku tidak akan pernah berbalik, tapi aku tetap akan kembali. Saat aku telah yakin, bahwa semua telah menjadi mimpi.

Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu