Masih beberapa judul untuk mejabarkanmu dalam tulisan, tapi kamu memilih menarik diri, entah untuk berapa lama, atau mungkin untuk selamanya. Baru saja aku menyusun rencana dalam daftar hari-hariku, yang disitu tercantum namamu, tapi sepertinya harus dicoret dengan paksa karena; kamu memilih pergi.
Aku memang bukanlah seperti perempuan yang kamu bayangkan, tidak punya hal yang kamu cari. Maka pantas kamu kecewa, dan memilih pergi.
Menyatukan alur yang berbeda, ternyata membuat kita kesulitan. Dewasa ternyata belum mendewasakan kita. Dan salah ternyata mampu membuat kita saling menyalahkan. Keras kepala membuat kita enggan menguarkan keadaan. Serumit itu, sesuatu yang baru dimulai.
Kamu yang selalu menarik diri belakang ini, membuatku sadar bahwa telah terciptanya jarak, sebagai peringatan agar aku tak terlalu berharap.
Aku memang bukanlah apa yang kamu inginkan. Jadi pantas kamu tinggalkan.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu