Ku kira senja berubah rasanya ketika kamu telah pergi,
Tapi sore ini dia nampak masih memukau dan tetap hangat meski tuannya telah lama pergi bersama pagi.
Tuan, lihat lah. Senja tak sepertimu, yang pergi saat bahagia dan datang saat lelah.
Aku tak menyalahkanmu, tentang luka, pengorbanan, dan air mata. Tidak pernah kutau, bagaimana sesungguhnya dirimu ketika aku masih berjalan menuju arahmu.
Mungkin saja kamu lebih terluka dariku,
Mungkin saja kamu lebih tertatih dariku,
Mungkin saja kamu lebih berdarah-darah dariku,
Mungkin saja. Saat itu aku sibuk berjalan kearahmu, dengan pengorbananku. Sehingga aku tidak tau bagaimana keadaanmu.
Yang kutau sekarang, kamu sudah tak mau lagi berjuang.
Pengorbananku selama ini, menjadi sia-sia terbuang.
Tapi tak mengapa.
Kamu mengajariku, meski kamu telah pergi, namun orang-orang baik masih bersamaku. Merangkulku, dan menjadi tamengku yang sebenarnya kuharap adalah kamu.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu