Selamat malam, Tuan.
Apakah aku masih boleh berharap akan kita yang bisa bersama lagi?
Atau memang sudah seharusnya aku menitik hentikan kejenuhan ini ditengah jalan, dan berjalan menuju ujung dengan rasa yang hambar.
Aku masih berharap, tapi aku juga sedang berjuang melupakanmu. Jadi sebaiknya aku harus seperti apa?
Kamu sudah tau tentangku,
Tentang seperti apa dan bagaimana kehidupanku,
Dan karena itu, kamu hanya meletakkanku pada barisan orang yang menjadi cadangan, bukan pilihan.
Sedangkan bagiku?
Bagiku kamu seseorang yang penuh dengan kesempurnaan, hingga tidak sadar bahwa perasaanku telah jauh mengharapkan.
Aku tau, hati ini nantinya tetap akan patah. Tapi aku masih saja keras kepala memperjuangkanmu hingga terluka.
Tuan, selamat malam.
Setidaknya kamu tau bahwa aku masih ada diambang antara; bertahan atau melepaskan.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu